Week 1 – Tugas Individu 1 – 0554M

10 May 2011 at 21:33 (Pengembangan Sistem Informasi)

Minggu 1 INFORMATION SYSTEM BUILDING BLOCK

Baca Lecture Note dan File PPT dari Module 1, setelah itu anda :

  1. buat rangkuman secara umum untuk materi Module 1
  2. membuat paper dari salah satu topik yang terkait dengan module 1. Untuk syarat dan ketentuan penyusunan Paper lihat format berikut.

Ketentuan Penyusunan Paper

 

  • Paper dalam bahasa Indonesia dengan ketentuan:
    • Minimal 15 lembar Untuk Isi Pembahasan saja (pendahuluan, landasan teori, isi pembahasan, simpulan dan daftar pustaka) tidak termasuk halaman judul, abstrak, daftar isi, daftar gambar, dan daftar tabel.
    • 1.5 Spasi
    • Font Times New Roman 12
    • Ukuran kertas Quarto dengan Margin Kiri, Kanan, Atas dan Bawah 2.5 Cm
    • Daftar isi dan Format lihat lampiran.
    • Kumpulkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 

  • Format Paper. Paper harus berisi hal-hal sebagai berikut:
  • Halaman Judul
  • Abstrak
  • Daftar Isi
  • Daftar Gambar (Jika Ada)
  • Daftar Table (Jika Ada)
  • Pendahuluan
  • Landasan Teori
  • Isi Pembahasan
  • Simpulan
  • Daftar Pustaka

 

  • Bentuk halaman Judul. Setiap mahasiswa harus mengikuti bentuk halaman judul seperti berikut :

Jawaban

  1. Rangkuman secara umum Modul 1:

Informasi tidak akan lepas dari kehidupan sehari-hari, baik secara individu maupun organisasi. Banyak organisasi mulai memperhitungkan kehadiran sistem dan teknologi informasi yang mampu meningkatkan kemampuan bersaing perusahaan guna mendapatkan competitive advantage bagi perusahaan.

Faktor suskes bagi perusahaan adalah bagaimana perusahaan tersebut mampu menyipan dan mengatur data sehingga dapat diperoleh informasi yang menunjang strategi bisnis bagi perusahaan sehingga perusahaan mampu memenangkan persaingan

Data dan informasi sangat penting bagi suatu perusahaan. Suatu perusahaan diharapkan mampu menyimpan dan mengolah data sehingga dapat di peroleh informasi yang menunjang strategi bisnis bagi perusahaan. Disini diperlukan OUTPUT (informasi) yaitu data yang telah di olah yang di atur sedemikian rupa melalui serangkaian proses dan memiliki arti dan INPUT (data) yaitu fakta yang belum di olah mengenai organisasi dan transakasi bisnisnya.

Untuk itu diperlukan seorang stakeholder yaitu orang yang memiliki kepentingan dalam sistem informasi yang akan di bangun. Stakeholder dalam sistem informasi ada 6 kelompok yaitu system owner, system user, system designer, system builder, system analyst, dan yang terakhir IT vendor/consultant.. Sistem informasi bisa tetap berjalan dengan atau tanpa komputer sekalipun. Tetapi kehadiran teknologi Informasi mampu meningkatkan kemampuan dan potensi  dari pada sistem informasi. Karena teknologi informasi merupakan kombinasi dari teknologi komputer dengan teknologi komunikasi.

System informasi yang terintegrasi dapat dikelompokkan menjadi front-office information system dan back-office information system. Didalam sistem informasi secara umum dapat bigagi menjadi 5 (lima) jenis aplikasi yaitu Transaction Processing System (TPS), Management Information System (MIS), Decision Support System (DCS), Expert System (ES), dan Office Automation (OA).

Jadi kesimpulannya Sistem informasi merupakan bentuk perencanaan dari people, data, process dan interface yang berinteraksi satu sama lain untuk mendukung dan meningkatkan operasional kerja.

2. membuat paper dari salah satu topik yang terkait dengan module 1. Untuk syarat dan ketentuan penyusunan Paper lihat format berikut.

SMS Banking

Abstrak

Dengan teknologi sms yang sudah sangat populer di semua kalangan, sistem pemrosesan transaksi bank mandiri memanfaatkan teknologi ini untuk memanjakan nasabahnya dengan didukung semua jenis operator seluler sehingga mempermudah transaksi banking yang lebih efisien dan fleksibel. dengan menggunakan teknologi ini, ada beberapa manfaat seperti transaksi yang dapat dilakukan setiap waktu dan di setiap tempat, tidak perlu antri di kantor bank ataupun ATM untuk melakukan transaksi non tunai, praktis dan terhindar dari risiko kehilangan harta dan nyawa karena membawa uang tunai, tarif yang relatif terjangkau dan relatif mudah penggunaannya, dan mendapatkan sms konfirmasi apabila saldo transaksi lebiih dari satu juta rupiah. Selain mempunyai manfaat sistem inipun mempunyai kelemahan-kelemahan diantaranya: kecepatan data saat transaksi terbilang cukup lambat terutama pada saat peak time, bahaya keamanan yang bersumber dari aspek non teknis ketika ada pihak ketiga yang mengetahui nomor pin pengguna sms banking, pemrosesan transaksi dijalankan dalam dua tahap yaitu proses transaksi di server milik operator dan proses transaksi di server milik bank.

Daftar Isi

Abstrak. i

Daftar Isi i

Daftar Tabel ii

1.      Pendahuluan. 1

1.1     Latar belakang. 1

1.2     Batasan Masalah. 1

1.3     Tempat penelitian. 1

1.4     Metodologi penelitian. 1

2.      Landasan Teori 2

2.1     Pengertian Sistem.. 2

2.2     Pengertian Informasi 2

2.3     Pengertian Sistem Informasi 3

2.4     Pengertian Sistem Informasi Manajemen. 3

2.5     Konsep Dasar Sistem Pemrosesan Transaksi 4

2.6     Peranan Sistem Pemrosesan Transaksi terhadap Online Banking. 4

3.      Isi Pembahasan. 5

3.1     Profil Bank MANDIRI 5

3.2     Implementasi SMS-Banking. 5

3.3     Tabel Kode perintah transaksi SMS ketik. 6

3.4     SMS Banking Mandiri sebagai suatu Sistem Informasi 13

3.5     Manfaat dan Risiko Sistem Pemrosesan Transaksi Online Banking. 14

3.6     Upaya Mengurangi Risiko layanan SMS-Banking. 15

4.      Simpulan. 15

4.1     Kesimpulan. 15

4.2     Saran. 15

Daftar Pustaka. 16

Daftar Tabel

 

Tabel 3.3.1 Kode Perintah Transaksi SMS Ketik ……………………………………………………………. 6

  1. Pendahuluan

 

1.1  Latar belakang

Perkembangan teknogi mendorong setiap instansi atau perusahaan untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi informasi, hal ini terutama mengenai maslah informasi yang berhubungan dengan kegiatan operasional. Teknologi komputer dewasa ini telah memberikan bantuan yang berari untuk meningkatkan kegiatan usaha misalnya untuk aplikasi akuntansi, aplikasi keuangan, aplikasi manufaktur serta teknik aplikasi pemrosesan pengolahan data lainnya. Dan tidak kalah pentingnya informasi yang akan kita distribuskan harus mempunyai proteksi/keamanan yang kuat agar seseorang yang tidak berhak atau orang yang tidak bertanggung jawab tidak dapat mengakses informasi tersebut. Pada saat ini dunia industri dan bisnis memerlukan informasi yang tepat, cepat dan relevan. Untuk mendapatkan informasi yang diinginkan tentunya harus menggunakan sistem informasi. Sistem informasi dalam suatu organisasi dapat dikatakan sebagai suatu sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan.

Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya. Penerapan sistem informasi di dalam suatu organisasi dilakukan melalui sistem informasi manajemen (SIM) untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Salah satu jenis sistem informasi dalam mendukung proses operasi adalah sistem pemrosesan transaksi.

1.2  Batasan Masalah

Berdasarkan uraian diatas maka batasan permasalahan yang ada meliputi:

  1. Konsep dasar Sistem Pemrosesan Transaksi
  2. Peranan Sistem Pemrosesan Transaksi dengan Online Banking
  3. Implementasi SMS-Banking
  4. SMS Banking sebagai suatu Sistem Informasi
  5. Manfaat dan Risiko Sistem Pemrosesan Transaksi dengan Online Banking
  6. Upaya Mengurangi Risiko layanan SMS-Banking

 

 

1.3  Tempat penelitian

Penelitian dilakukan pada situs remsi bank mandiri yaitu http://www.bankmandiri.co.id

1.4  Metodologi penelitian

Metodologi yang digunakan adalah pemaparan

 

 

  1. Landasan Teori

2.1  Pengertian Sistem

Tedapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan system. Yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya.  Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedur mendefinisikan system sebagai berikut:

Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu

Pendekatan sistem  yang merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urutan-urutan operasi didalm system. Prosedur didefinisikan oleh Ricard F. Neuschel sebagai berikut:

Suatu Prosedur adalah  suatu urutan-urutan operasi klerikal (tulis-menulis), biasanya melibatkan beberapa orang didalam satu atau lebih departemen yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi.

Lebih lanjut Jerry Fitzgerald, Ardra F. Fitzgerald dan Waren D. Stalling, Jr., mendifinisikan prosedur sebagai berikut:

Suatu Prosedur adalah  urutan-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan intruksi yang menerapkan Apa (What) yang harus dilakukan, Siapa (Who) yang mengerjakannya, Kapan (When) dikerjakan, dan Bagaimana (How) mengerjakannya.

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai:

Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen  yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Beberapa hal yang merupakan karakteristik dari sebuah system diantaranya meliputi:

  1. Mempunyai komponen (component)
  2. Batasan sistem (boundary)
  3. Lingkungan luar sistem (environment)
  4. Penghubung (interface)
  5. Masukan (input)
  6. Keluaran (output)
  7. Pengolah (process)
  8. Sasaran (objectives) atau tujuan (goal)

1.1  Pengertian Informasi

Informasi ibarat darah yang mengalir didalam tubuh suatu organisasi sehingga informasi ini sangat penting didalam suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh, kerdil dan akhirnya berakhir.

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya

Sumber informasi adalah data. Data merupakan betuk jamak dari bentuk tunggal datum atau data item. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian (event)  sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.

1.2  Pengertian Sistem Informasi

Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen didalam pengambilan keputusan. Informasi dapat diperoleh dari system informasi (information system) atau disebut juga dengan processing system atau information processing system atau information-generating system. Sistem informasi didefinisikan oleh Robert A. Leitch dan K. Roscoe Davis sebagai:

Sistem Informasi adalah suatu system didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi yang bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

1.3  Pengertian Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen merupakan penerapan system informasi didalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Sistem informasi manajemen didefinisikan oleh George M. Scott sebagai:

Suatu sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari interaksi-interaksi sistem-sistem informasi yang menyediakan informasi baik untuk kebutuhan manajerial maupun untuk kebutuhan operasi.

Menurut Barry E. Cusing:

Suatu sistem informasi manajemen adalah kumpulan dari manusia dan suber-sumber daya modal didalam suatu organisasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengolah data untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen didalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.

Menurut Frederick H. Wu:

Sistem informasi manajemen adalah kumpulan-kumpulan dari sistem-sistem yang menyediakan informasi untukmendukung manajemen.

Menurut Gordon B. Davis:

Sistem informasi manajemen adalah manusia/mesin yang menyediakan informasi untuk mendukung operasi manajemen dan fungsi pengambilan keputusan dari suatu organisasi.

Dari beberapa definisi tersebut dapat dirangkum bahwa sistem informasi manajemen adalah:

  1. Kumpulan dari interaksi-interaksi sistem-sistem informasi.
  2. Menghasilkan informasi yang beguna untuk semua tingakatan manajemen.

1.4  Konsep Dasar Sistem Pemrosesan Transaksi

Salah satu bagian sistem informasi yaitu sistem pemrosesan transaksi/transaction processing system (TPS). Sistem pemrosesan transaksi merupakan subsistem input yang mempunyai peranan penting dalam aktivitas organisasi dengan cara mengumpulkan data dari sumber– sumber baik dari dalam maupun dari luar lingkungan perusahaan, dan mentransformasikannya kedalam database.

Transaction Processing System (TPS) adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS menghapus rasa bosan saat melakukan transaksi operasional sekaligus mengurangi waktu, meskipun orang masih harus memasukkan data ke sistem komputer secara manual.

Sistem pemrosesan transaksi sangat penting karena merupakan dasar sistem bisnis yang melayani level operasional dalam organisasi. Output dari sistem ini akan menjadi input bagi sistem-sistem yang berada pada level manajemen dan level strategis. Setiap proses bisnis dimulai dari saksi, sehingga sistem pemrosesan transaksi yang ditempatkan oleh suatu perusahaan akan mempengaruhi proses bisnis yang dijalankan.

1.5  Peranan Sistem Pemrosesan Transaksi terhadap Online Banking

Proses transaksi online, atau OLTP , merujuk pada sistem yang memfasilitasi dan mengatur aplikasi berorientasi pada transaksi, biasanya untuk entri data dan media proses transaksi. Istilah ini terkadang dimaknai beberapa memahami sebuah “transaksi” dalam konteks komputer atau database transaksi, sementara yang lain dalam menentukan persyaratan bisnis atau transaksi komersial. OLTP juga telah digunakan untuk merujuk kepada proses di mana sistem untuk segera merespon permintaan pengguna. ATM untuk sebuah bank adalah contoh dari sebuah proses transaksi aplikasi komersial. Termasuk aplikasi perbankan elektronik, pemrosesan order, karyawan, sistem e-commerce, dan eTrading.

Salah satu pemrosesan transaksi dengan sistem online adalah SMS-Banking yang tidak lain merupakan bentuk perwujudan pertama kali dari Mobile Banking (m-banking) dengan didasari prinsip Internet Banking, yakni merupakan salah satu bentuk electronic channel yang memungkinkan nasabah mengakses bank serta melakukan transaksi perbankan dalam hitungan menit kapanpun waktunya dan dimanapun tempatnya dengan mengunakan perangkat telepon seluler yang dimiliki seperti halnya melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM), namun tanpa layanan tansaksi penarikan uang tunai. Terdapat beberapa pilihan untuk dapat melakukan transaksi melalui SMS-Banking yang disesuaikan dengan kemampuan perangkat telepon seluler maupun SIM-Card yang digunakan nasabah, diantaranya adalah:

1. Lewat SMS biasa, transaksi dilakukan melalui pesan SMS dengan kode tertentu ke nomor khusus yang telah disediakan oleh bank.

2. Lewat menu SIM Toolkit, yakni menu sudah terimplementasi pada suatu SIM-Card, misalnya: Satelindo@cces, M3Acces, Life in hand (Pro-XL), Navigator64 (Telkomsel),

3. Lewat aplikasi Java, perangkat telepon seluler nasabah harus berteknologi Java dan terlebih dahulu harus menginstal aplikasinya yang disediakan oleh bank bertalian. Pengiriman transaksi dilakukan melalui SMS namun tidak lagi diharuskan mengirim kode-kode tertentu.

Dari ketiga cara tersebut di atas, hanya cara pertama yang paling fleksibel dan bisa digunakan oleh semua perangkat telepon seluler dan SIM-Card. SMS-Banking mulai ramai dipergunakan di Indonesia sejak tahun 2001 seiring dengan berkembang pemikiran para pengelola bank untuk memanjakan para nasabah sehingga menawarkan berbagai upaya untuk mempermudah nasabah melakukan transaksi, diantaranya adalah menawarkan layanan yang dapat melakukan transaksi perbankan tanpa perlu menggeser posisi dan hanya dengan memanfaatkan perangkat telepon seluler yang telah dimiliki.

  1. Isi Pembahasan

2.1  Profil Bank MANDIRI

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintahan Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah — Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Exim and Bapindo–dilebur menjadi Bank Mandiri. Masing-masing dari keempat legacy banks memainkan peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomian Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia. Infrastruktur IT Bank Mandiri memberikan layanan straight-through processing dan interface tunggal pada seluruh nasabah.

Sejak berdirinya, Bank Mandiri telah bekerja keras untuk menciptakan tim manajemen yang kuat dan professional yang bekerja berlandaskan pada prinsip-prinsip good corporate governance yang telah diakui secara internasional.

Untuk meningkatkan pelayanan, maka Bank MANDIRI mengimplementasikan program layanan transaksi perbankan yang lengkap dan terintegrasi serta dapat dilakukan melalui Electronic Banking Bank Mandiri (Mandiri ATM, Mandiri SMS, Mandiri Internet, Mandiri Call), 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dimanapun dan kapanpun.

2.2   Implementasi SMS-Banking

Keberadaan sosok Bank Mandiri di jagad perbankan nasional tidak diragukan lagi reputasinya. Bank Mandiri saat ini mempekerjakan 21.631 karyawan dengan 956 kantor cabang dan 6 kantor cabang/ perwakilan/ anak perusahaan di luar negeri.

Layanan distribusi Bank Mandiri juga dilengkapi dengan 2.802 ATM, disamping 6.500 ATM yang merupakan jaringan LINK dan 10.500 jaringan ATM Bersama serta electronic channels yang meliputi Internet Banking, SMS Banking dan Call Center 14000. Sebagai bank plat merah namun memiliki aset terbesar di Indonesia inipun juga tidak ingin ketinggalan untuk memberikan kemudahan kepada para nasabahnya melalui layanan SMS- Banking Mandiri.

Selain dilakukan dengan mengirim pesan seperti halnya berkirim SMS, sejak tahun 2003 SMS Banking mandiri telah memanfaat fitur yang dikembangkan dengan cara Pilih Menu, khususnya dengan menggunakan SIM card kartuHALO naviGator64 Telkomsel (Multi Mobile Banking System). Dengan layanan tersebut, pengguna SMS Banking Mandiri yang sekaligus sebagai pelanggan kartuHALO Telkomsel memiliki fleksibilitas/ kebebasan untuk melakukan transaksi SMS Banking Mandiri, yaitu dengan mengetik SMS (apapun SIM-card GSM nasabah) atau Pilih Menu untuk kartuHALO naviGator64 Telkomsel.

Ditinjau dari aspek keamanan bertransaksi, antara Ketik SMS dan Pilih Menu pada dasarnya memiliki tingkat keamanan yang hampir sama. Bedanya adalah pada cara pengamanan bertransaksi. Bila pada ketik SMS keamanan transaksi antara lain dilakukan dengan mendaftarkan nomor rekening dan mengetikkan kode transaksi tertentu pada ponsel (sehingga tidak ada pengetikan nomor rekening pada pesan SMS), namun pada layanan SMS-Banking Mandiri dengan mengunakan kartuHALO naviGator64 ini karena pesan SMS tersebut dienkripsi maka dapat dilakukannya pengetikan nomor rekening nasabah, sehingga transaksi pembayaran maupun transfer antar rekening Bank Mandiri dapat dilakukan secara bebas tanpa perlu mendaftarkan rekening tujuan terlebih dahulu.

Untuk menjaga keamanan transaksi, nasabah diberikan berbagai unsur proteksi yang berlapis-lapis menggunakan sistem keamanan standard international dengan enkripsi SSL 128 bit (Secure Socket layer 128 bit Encryption) yang akan mengacak data transaksi antara lain nomor SIM card sebagai ID nasabah, nomor rekening sendiri harus didaftarkan terlebih dahulu ke cabang ataupun ATM Bank Mandiri, transaksi hanya dapat dijalankan dari nomor SIM card yang terdaftar, ada limit transaksi per hari, serta transaksi diverifikasi dengan menggunakan PIN. Seluruh proses transaksi SMS Banking Mandiri dilakukan secara otomatis oleh sistem komputer tanpa intervensi manusia (straight through processing/real time online)

1.1   Tabel Kode perintah transaksi SMS ketik

Tabel 3.3.1 Kode Perintah Transaksi SMS Ketik

No

Transaksi

Keyoword

Contoh

1 Transfer 1 Transfer antar rekening Mandiri – ke

rekening sendiri

TRS <rek sendiri 1> <rek sendiri 2>

<jumlah> <pin>

TRS 1 2 100000

123456

2 Transfer antar rekening Mandiri – ke

rekening tujuan lain (tanpa berita)

TRT <rek sendiri 1> <rek lain> <jumlah>

<pin>

TRS 1 1 150000

123456

3 Transfer antar rekening Mandiri – ke

rekening tujuan lain (dengan berita)

TRT <rek sendiri 1> <rek lain> <jumlah>

PIN#BERITA max 20 karakter

TRT 1 1 200000

123456#UNTUK

BAYAR HUTANG

2 Payment 1 Pembayaran Telkom BYR <rek sendiri> <noHP/telp> <PIN> BYR 1

00215245665

123456

2 Pembayaran Handphone Pasca bayar –

Explore

BYR <rek sendiri> <noHP/telp> <PIN> BYR 1 0817xxxxxx

123456

3 Pembayaran Handphone Pasca bayar –

Kartu Halo Telkomsel

BYR <rek sendiri> <noHP/telp> <PIN> BYR 1 0811xxxxxx

123456

4 Pembayaran Handphone Pasca bayar –

Matrix

BYR <rek sendiri> <noHP/telp> <PIN> BYR 1 0815xxxxxx

123456

5 Pembayaran Handphone Pasca bayar –

IM3 Bright

BYR <rek sendiri> <noHP/telp> <PIN> BYR 1 0855xxxxxx

123456

6 Pembayaran Handphone Pasca bayar –

Telkom Flexi

BYR <rek sendiri> <noHP/telp> <PIN> BYR 1

021708xxxxxx

123456

7 Pembayaran Handphone Pasca bayar –

Fren

BYR <rek sendiri> <noHP/telp> <PIN> BYR 1 0888xxxxxx

123456

8 Pembayaran Handphone Pasca bayar –

Esia

BYR <rek sendiri> <noHP/telp> <PIN> BYR 1

021930xxxxxx

123456

9 Pembayaran Handphone Pasca bayar –

StarOne

BYR <rek sendiri> <noHP/telp> <PIN> BYR 1 …….xxxxxx

123456

10 Pembayaran Handphone Pasca bayar –

3Pascabayar

BYR <rek sendiri> <noHP/telp> <PIN> BYR 1 …….xxxxxx

123456

11 Pembayaran PLN BYR PLN <rek sendiri> <12 digit no

pelanggan> <PIN>

BYR PLN 1

xxxxxxxxxxxx

123456

12 Pembayaran PAM-Palyja BYR PAL <rek sendiri> <no pelanggan>

<pin>

BYR PAL 1

547300351523

123456

13 Pembayaran PAM-TPJ BYR PAL <rek sendiri> <no pelanggan>

<pin>

BYR PAL 1

547300351523

123456

14 Pembayaran PAM-PDAM Bdg BYR BDG <indeks rekening> <ID

pelanggan> <PIN>

BYR BDG <indeks

rekening> 123456

15 Pembayaran PBB Byr pbb <indeks rek sendiri> <digit

pelanggan> <pin>

Byr pbb 1 <digit

pelanggan> 123456

16 Pembayaran Kartu Kredit Bank Mandiri –

Visa

BYR KK <rek sendiri> <16 digit no kartu>

<jumlah pembayaran> <PIN>

BYR KK 1

4137xxxxxxxxxxxx

500000 123456

17 Pembayaran Kartu Kredit Bank Mandiri –

Master

BYR KK <rek sendiri> <16 digit no kartu>

<jumlah pembayaran> <PIN>

BYR KK 1

xxxxxxxxxxxxxxxx

500000 123456

18 Pembayaran Kartu Kredit Bank Lain – ABN

AMRO

BYR KK <rek sendiri> <16 digit no kartu>

<jumlah pembayaran> <PIN>

BYR KK 1

xxxxxxxxxxxxxxxx

500000 123456

19 Pembayaran Kartu Kredit Bank Lain –

Citibank

BYR KK <rek sendiri> <16 digit no kartu>

<jumlah pembayaran> <PIN>

BYR KK 1

xxxxxxxxxxxxxxxx

500000 123456

20 Pembayaran Kartu Kredit Bank Lain – ANZ BYR KK <rek sendiri> <16 digit no kartu>

<jumlah pembayaran> <PIN>

BYR KK 1

xxxxxxxxxxxxxxxx

500000 123456

21 Pembayaran Kartu Kredit Bank Lain –

Standard Chartered

BYR KK <rek sendiri> <16 digit no kartu>

<jumlah pembayaran> <PIN>

BYR KK 1

xxxxxxxxxxxxxxxx

500000 123456

22 Pembayaran Kartu Kredit Bank Lain –

HSBC

BYR KK <rek sendiri> <16 digit no kartu>

<jumlah pembayaran> <PIN>

BYR KK 1

xxxxxxxxxxxxxxxx

500000 123456

23 Pembayaran Uang Kuliah – Bina Sarana

Informatika

BYR BSI <rek sendiri> <no mahasiswa>

<jumlah> <PIN>

BYR BSI 1 <no

mahasiswa>

800000 123456

24 Pembayaran Uang Kuliah – Amikom

Yogyakarta

BYR AMI <rek sendiri> <no mahasiswa>

<jumlah> <PIN>

BYR AMI 1 <no

mahasiswa>

900000 123456

25 Pembayaran Uang Kuliah – STIE Trisakti BYR TRI <rek sendiri> <no mahasiswa>

<jumlah> <PIN>

BYR TRI 1 <no

mahasiswa>

800000 123456

26 Pembayaran Asuransi – AXA Mandiri BYR AXA <rek sendiri> <no polis>

<jumlah> <PIN>

BYR AXA 1 <no

polis> 750000

123456

27 Pembayaran Asuransi – Sinar Mas BYR MAS <rek sendiri> <no polis>

<jumlah> <PIN>

BYR MAS 1 <no

polis> 750000

123456

28 Pembayaran Asuransi – Ekalife BYR EKA <rek sendiri> <no polis>

<jumlah> <PIN>

BYR EKA 1 <no

polis> 750000

123456

29 Pembayaran Asuransi – Astra CMG BYR CMG <rek sendiri> <no polis>

<jumlah> <PIN>

BYR CMG 1 <no

polis> 750000

123456

30 Pembayaran Asuransi – Bumi Asih Jaya BYR BAJ <rek sendiri> <no polis>

<jumlah> <PIN>

BYR BAJ 1 <no

polis> 750000

123456

31 Pembayaran Asuransi – A.J. Sequis Life BYR SEQ <rek sendiri> <no polis>

<jumlah> <PIN>

BYR SEQ 1 <no

polis> 750000

123456

32 Pembayaran Asuransi – AXA Financial BYR AXF <rek sendiri> <no polis>

<jumlah> <PIN>

BYR AXF 1 <no

polis> 750000

123456

33 Pembayaran Kabel TV – Indovision BYR IDV <rek sendiri> <no pelanggan>

<jumlah> <PIN>

BYR IDV 1 <no

pelanggan> 300000

123456

34 Pembayaran Kabel TV – Digital-1 BYR KBV <rek sendiri> <no pelanggan>

<jumlah> <PIN>

BYR KBV 1 <no

pelanggan> 400000

123456

35 Pembayaran Kabel TV – Astro BYR AST <rek sendiri> <no pelanggan>

<jumlah> <PIN>

BYR AST 1 <no

pelanggan> 400000

123456

36 Pembayaran Internet – Indosatnet BYR SAT <rek sendiri> <no pelanggan>

<jumlah> <PIN>

BYR SAT 1 <no

pelanggan> 400000

123456

37 Pembayaran Internet – CBN BYR CBN <rek sendiri> <no pelanggan>

<jumlah> <PIN>

BYR CBN 1 <no

pelanggan> 400000

123456

38 Pembayaran Cicilan Kredit – OTO

Multiartha

BYR OTO <rek sendiri> <no kontrak>

<jumlah> <PIN>

BYR OTO 1 <no

kontrak> 1500000

123456

39 Pembayaran Cicilan Kredit – Sun Prima BYR SUN <rek sendiri> <no kontrak>

<jumlah> <PIN>

BYR SUN 1 <no

kontrak> 1500000

123456

40 Pembayaran Cicilan Kredit – OTO Kredit

Motor

BYR OKM <rek sendiri> <no kontrak>

<jumlah> <PIN>

BYR OKM 1 <no

kontrak> 1500000

123456

41 Pembayaran Cicilan Kredit – Columbia BYR COL <rek sendiri> <no kontrak> <jumlah> <PIN> BYR COL 1 <nokontrak> 1500000

123456

42 Pembayaran Cicilan Kredit – Summit OTO BYR SUM <rek sendiri> <no kontrak>

<jumlah> <PIN>

BYR SUM 1 <no

kontrak> 1500000

123456

43 Pembayaran Iklan & lain-lain – Kompas BYR KMP <rek sendiri> <no agent/ref>

<jumlah> <PIN>

BYR KMP 1 <no

agent/ref> 1500000

123456

44 Pembayaran Iklan & lain-lain – XL Kita BYR AXL <rek sendiri> <no agent>

<jumlah> <PIN>

BYR AXL 1 <no

agent> 1000000

123456

3 Purchase 1 Pembelian isi ulang pulsa – Simpati ISI <rek sendiri> <noHP> <nilai voucher>

<PIN>

ISI 1 <no hp>

100000 123456

2 Pembelian isi ulang pulsa – Mentari ISI <rek sendiri> <noHP> <nilai voucher>

<PIN>

ISI 1 <no hp>

100000 123456

3 Pembelian isi ulang pulsa – IM3 SMART ISI <rek sendiri> <noHP> <nilai voucher>

<PIN>

ISI 1 <no hp>

100000 123456

4 Pembelian isi ulang pulsa – XL/Bebas ISI <rek sendiri> <noHP> <nilai voucher>

<PIN>

ISI 1 <no hp>

100000 123456

5 Pembelian isi ulang pulsa – Fren ISI <rek sendiri> <noHP> <nilai voucher>

<PIN>

ISI 1 <no hp>

100000 123456

6 Pembelian isi ulang pulsa – Esia ISI ESI <rek sendiri> <noHP> <nilai

voucher> <PIN>

ISI ESI 1 <no hp>

100000 123456

7 Pembelian isi ulang pulsa – Flexi Trendy ISI <rek sendiri> <noHP> <nilai voucher>

<PIN>

ISI 1 <no hp>

100000 123456

8 Pembelian isi ulang pulsa – Starone ISI STO <rek sendiri> <noHP> <nilai

voucher> <PIN>

ISI STO 1

003160200660

100000 123456

9 Pembelian isi ulang pulsa – 3Prabayar ISI <rek sendiri> <noHP> <nilai voucher>

<PIN>

ISI 1 <no hp>

100000 123456

10 Pembelian Airlines Ticket – Garuda BYR GIA <rek sendiri> <13 digit kode

bayar> <PIN>

BYR GIA 1

1267483547785

123456

11 Pembelian Airlines Ticket – Adam Air BYR ADM <rek sendiri> <kode bayar>

<PIN>

BYR ADM 1 <kode

bayar> 123456

12 Pembelian Airlines Ticket – Riau Air BYR RIA <rek sendiri> <kode bayar>

<PIN>

BYR RIA 1 <kode

bayar> 123456

13 Pembelian Airlines Ticket – Air Asia BYR ASA <rek sendiri> <kode bayar>

<PIN>

BYR ASA 1 <kode

bayar> 123456

14 Pembelian Airlines Ticket – Lion Air BYR LIO <rek sendiri> <kode bayar>

<PIN>

BYR LIO 1 <kode

bayar> 123456

15 Pembelian Tiket Kereta Api (KAI) BYR KAI <rek sendiri> <kode bayar>

<PIN>

BYR KAI 1 <kode

bayar> 123456

16 Pembelian – Travel Agent & Hotel – QPAY BYR QPY <rek sendiri> <kode bayar>

<PIN>

BYR QPY 1 <kode

bayar> 123456

4 Informasi 1 Informasi Saldo – Tabungan SAL <rek sendiri> PIN SAL 1 123456
2 Informasi Saldo – Giro SAL <rek sendiri> PIN SAL 1 123456
3 Informasi Mutasi – 5 Transaction terakhir-

Tabungan

TRN <rek sendiri> PIN TRN 1 123456
4 Informasi Mutasi – 5 Transaction terakhir –

Giro

TRN <rek sendiri> PIN TRN 1 123456
5 Informasi Tagihan Kartu Kredit Mandiri –

VISA

TGH KK <16 digit no kartu> <6 digit tgl

lahir> <PIN>

TGH KK

4137190666785053

171070 123456

6 Informasi Tagihan Kartu Kredit Mandiri –

Master

TGH KK <16 digit no kartu> <6 digit tgl

lahir> <PIN>

TGH KK <no kartu

kredit> 171070

123456

7 Informasi Rekening Pinjaman SAL <rek sendiri> PIN SAL 1 123456
8 Informasi Suku Bunga Deposito DEP DEP
9 Informasi Suku Bunga Tabungan TAB TAB
10 Informasi Kurs Valuta Asing FX❤ digit kode mata uang> FX USD
11 Informasi Tagihan Esia TGH ESI <noHP> <PIN> TGH ESI 002192640745

123456

12 Informasi Tagihan PLN TGH PLN <12 digit ID pelanggan>

<PIN>

TGH PLN

547300351523

123456

13 Informasi Booking Tiket Garuda TGH GIA <13 digit kode bayar> <PIN> TGH GIA

1267483547785

123456

14 Informasi Daftar Rekening Sendiri DRS DRS
15 Informasi Daftar Rekening Tujuan Transfer DRT DRT
16 Informasi Tagihan Telkom, Flexi,

kartuHALO, Matrix, Xplor, Fren

TGH <noHP/telp> TGH 0811888888

123456

17 Informasi Tagihan PAM (Palyja dan TPJ) TGH PAL <ID pelanggan> <PIN>

TGH TPJ <ID pelanggan> <PIN>

18 Informasi Booking Tiket via QPAY (Travel

Agent)

TGH QPY <kode bayar> <PIN>
19 Informasi Booking Tiket Adam Air TGH ADM <kode bayar> <PIN>
20 Informasi Booking Tiket Riau Air TGH RIA <kode bayar> <PIN>
5 Lain-lain 1 Ganti PIN PIN <PIN lama> <PIN baru> <PIN baru> PIN 123456 995566

995566

1.1   SMS Banking Mandiri sebagai suatu Sistem Informasi

Sejalan dengan perkembangan peranan teknologi informasi (TI) pada era ini, keberadaan SMS-Banking Mandiri di lingkungan Bank Mandiri semata-mata bukan lagi sekedar sebagai alat bantu dalam proses bisnis terutama berkaitan dengan memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah namun juga sebagai faktor pemampu bagi Bank Mandiri dalam menjalankan proses bisnisnya.

Keberadaan SMS-Banking Mandiri telah memampukan berbagai layanan Bank Mandiri dapat hadir dalam genggaman tangan berbagai kalangan nasabah, sehingga para nasabah tidak lagi hanya mengandalkan jaringan outlet fisik nasional berupa lebih dari 950 kantor maupun 19.000 ATM untuk mendapatkan berbagai layanan perbankan Bank Mandiri yang sebenarnya keberadaan rangkaian jaringan outlet fisik tersebut dibatasi oleh ruang/jarak dan bahkan waktu.

Kehadiran SMS-Banking Mandiri juga telah semakin memampukan Bank Mandiri menghadirkan bisnis baru maupun layanan perbankan berupa e-commerce (misal: pembelian pulsa/tiket dan barang di toko, payment point) sehingga hal ini tentunya semakin memperkokoh kemampuan Bank Mandiri hadir memasuki era e-payment.

Ditinjau dari aspek karakter, secara umum terdapat dua kriteria karakter nasabah suatu bank yaitu nasabah high touch (dalam melakukan transaksi ingin dilayani secara langsung oleh petugas bank) serta nasabah high tech (ingin melakukan transaksi sendiri secara elektronik). Keberadaan SMS-Banking Mandiri apabila ditinjau dari karakter nasabah dengan demikian tentunya semakin memperkokoh pula kemampuan Bank Mandiri untuk menghadirkan layanan perbankan elektronik bagi nasabah berkarakter high tech.

Eksistensi SMS-Banking Mandiri sebagai suatu teknologi informasi yang dimanfaatkan sebagai solusi bisnis sebenarnya hanya merupakan salah satu komponen dari suatu sistim yang lebih kompleks dan sering disebut sebagai sistim informasi (IS). Sebagai suatu sistim informasi, sebenarnya masih terdapat dua komponen utama lainnya agar keberadaan SMS-Banking Mandiri sebagai solusi bisnis dapat berjalan sebagaimana mestinya dan dapat mewujudkan apa yang diharapkan yaitu bisnis proses serta people.

Dalam lingkup bisnis proses keberadaan SMS-Banking Mandiri telah mendorong jajaran manajemen Bank Mandiri melakukan berbagai penyesuaian dalam proses bisnisnya agar bisa sejalan dengan berbagai best practice yang telah dilalui oleh para penyelenggara layanan SMS content yang telah ada sebelumnya, sehingga layanan SMS-Banking Mandiri dapat digelar secara sempurna diatas platform yang digunakan oleh berbagai operator telepon selular.

Bagaimanapun juga kehadiran SMS-Banking Mandiri tidak lepas dari campur tangan maupun sentuhan people, dalam konteks ini terdapat tiga pihak yang memiliki peranan kunci yakni system owner yang meliputi jajaran manajemen di berbagai tingkatan yang diperlukan keterlibatannya secara aktif dan pribadi sejak perancangan hingga implementasinya, IS specialist sebagai orang yang mengetahui bagaimanakah keberadaan bisnis proses layanan perbankan di Bank Mandiri dan dapat menterjemahkannya menjadi suatu sistim informasi, serta pihak yang terakhir adalah system user yakni memperhatikan kebutuhan para nasabah terutama adalah para nasabah Bank Mandiri berkarakter high tech.

1.2   Manfaat dan Risiko Sistem Pemrosesan Transaksi Online Banking

Terdapat beberapa manfaat yang dapat diperoleh oleh para nasabah pengguna layanan SMS-Banking Mandiri, yaitu:

  1. Transaksi dapat dilakukan setiap waktu di setiap tempat selama perangkat telepon seluler nasabah terkoneksi dengan jaringan operator telepon seluler bertalian.
  2. Tidak perlu antri di kantor Bank ataupun di ATM untuk melakukan transaksi perbankan non-tunai, sehingga sangat menghemat waktu, biaya dan tenaga.
  3. Praktis (tidak perlu membawa uang tunai) dan terhindari dari risiko kehilangan harta benda maupun nyawa karena membawa uang tunai untuk keperluan transaksi pembayaran dalam jumlah besar
  4. Tarif yang relatif terjangkau dan relatif mudah penggunaannya.
  5. Mendapatkan SMS konfirmasi apabila saldo transaksi lebih dari satu juta rupiah.

Apabila dilihat dari sisi yang lain, sebenarnya dibalik manfaat yang diterima pengguna layanan SMS-Banking Mandiri terdapat beberapa kelemahan yang dapat dialami oleh seorang nasabah, yaitu:

  1. Kecepatan data saat melakukan transaksi yang terbilang cukup lambat terutama pada jam-jam sibuk maupun jam-jam dimana traffic-nya cukup tinggi, misalnya pada saat server bank sedang melakukan proses tutup buku.
  2. Dapat menjadi ancaman bagi kelangsungan hidup suatu kegiatan usaha, misalnya usaha penjualan pulsa elektronik prabayar.
  3. Bahaya keamanan yang bersumber dari aspek non teknis ketika ada pihak ketiga yang mengetahui nomor pin pengguna SMS-Banking. Pihak ketiga tersebut dapat muncul dari operator telepon seluler maupun orang terdekat nasabah sendiri.
  4. Pemrosesan transaksi dijalankan dalam dua jenjang, yakni proses transaksi di server milik operator dan proses transaksi di server milik bank. Apabila salah satu server mengalami masalah/ down maka akan terjadi kesulitan dalam pembuktian mengenai adanya transaksi lewat telepon seluler.
  5. Tidak menutup kemungkinan keberadaan SMS-Banking Mandiri is not user friendly bagi para nasabah berusia lanjut.

1.3   Upaya Mengurangi Risiko layanan SMS-Banking

Beberapa risiko layanan SMS-Banking tersebut dapat dieliminir, antara lain dengan jalan:

  1. Menggunakan layanan SMS-Banking secara hati-hati, tidak disembarang tempat serta mengamankan dengan baik data-data pribadi yang penting sehingga tidak diketahui oleh orang yang tidak berhak. Pentingnya menjaga data-data pribadi dan bagaimana menjaganya.
  2. Diupayakan tidak menggunakan layanan SMS-Banking di saat peak hours bank maupun pada waktu dimana traffic cukup tinggi, misal di saat-saat jam tutup kantor karena kemungkinan server bank sedang melakukan proses tutup buku harian, pada jam-jam menjelang pergantian bulan karena kemungkinan server bank sedang melakukan proses tutup buku bulanan maupun tahunan (Gunardi,2008).
  3. Melakukan pengecekan saldo sebelum maupun setelah melakukan transaksi, selanjutnya bandingkan besar nilai transaksi dengan selisih saldo pada pengecekan awal dengan saldo pada pengecekan akhir (Gunardi,2008).
  4. Menerapkan digital signature untuk SMS yang ditujukan ke nomor tertentu, yakni menggunakan kunci publik (dimiliki oleh bank) dan kunci privat (dimiliki oleh nasabah) yang digunakan oleh perbankan untuk melakukan verifikasi di awal transaksi (Budiono).
  1. Simpulan

2.1   Kesimpulan

SMS-Banking Mandiri telah memampukan Bank Mandiri untuk menghadirkan pelayanan perbankan dalam genggaman tangan para nasabah terutama nasabah berkarakter high tech. Kehadirannya juga semakin memampukan Bank Mandiri dalam menjalankan bisnis di era e-payment dan menangkap berbagai peluang yang ada di bisnis e-commerce.

Untuk menjaga keamanan transaksi, nasabah diberikan berbagai unsur proteksi yang berlapis-lapis, yaitu antara lain: nomor SIM card sebagai ID nasabah, nomor rekening sendiri harus didaftarkan, transaksi hanya dapat dijalankan dari nomor SIM card yang terdaftar, ada limit transaksi per hari, serta transaksi diverifikasi dengan menggunakan PIN. Seluruh proses transaksi SMS Banking Mandiri dilakukan secara otomatis oleh sistem komputer tanpa intervensi manusia (straight through processing/real time online).

Fitur SMS Banking yang dapat dinikmati oleh merchant/pedagang m-ATM Mandiri dengan kartuHALO m-POS adalah transaksi m-Banking dan transaksi m-ATM. Adapun fitur m-ATM Mandiri terdiri dari pembelian barang dan tarik tunai, dan akan menyusul fitur pengiriman uang (mobile remittance).

2.2   Saran

SMS Banking Mandiri masih memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi suatu kekuatan yang luar biasa, apabila dikolaborasi dengan outlet pelayanan dari perusahaan lain terutama non perbankan yang memiliki jangkauan pelayanan hingga daerah pelosok sebenarnya dapat menjadi suatu kekuatan raksasa untuk menghadirkan mesin tarik uang tunai ataupun mesin setor tunai bagi nasabahnya di daerah pinggiran maupun pelosok, sehingga tentunya akan membuka peluang pula bagi Bank Mandiri untuk memperluas base customer-nya hingga daerah pelosok.

Kepada para nasabah sebaiknya tetap berhati-hati ketika melakukan transaksi online. Sama halnya dengan Bank Mandiri internet banking, perhatikan alamat https untuk menandakan security dari info yang akan Anda kirim saat melakukan login. Biarkan juga browser mengingat login Anda. Ada salah satu tips yaitu, gunakanlah browser FireFox, yang dapat didownload dengan mudah dengan besar hanya sekitar 5mb, atau kurang lebih 3-5 menit download time. Browser ini diketahui cukup secure (lebih secure dari internet explorer) dan yang dirasakan praktis adalah fasilitas tab browser-nya dimana pengguna cukup membuka 1 window saja untuk browsing berbagai alamat situs, yang masing-masing dibuka melalui tab baru di bagian atas browser sehingga berpindah tab akan jauh lebih praktis daripada berpindah window browser baru (yang mana harus meng-klik taskbar di sisi bawah).

 

Daftar Pustaka

 Jogianto Hartono, Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur, Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis, (edisi kedua; Yogyakarta: Andi Offset, 2001).

Husni Iskandar Pohan, K. Saiful Bahri, Pengantar Perancangan Sistem, (Erlangga, 1997).

Situs Bank Mandiri, http://www.bankmandiri.co.id, (2010).

Save to PDF

1 Comment

  1. Yustina said,

    nice post ^^
    really appreciate this

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: