Week 6 – Tugas Individu 6 – 0594M

9 May 2011 at 22:45 (Enterprise System)

Minggu 06 – Contributions of ERP and the Vulnerability of the Internet Supply Chain

Self-Assignment
Pert 6

1.Apa yang Anda ketahui tentang B2B, B2C dan C2C.

Berikan uraian mengenai ketiga hal tersebut dan perbedaannya masing-masing dalam penerapannya pada perusahaan.

2. Uraikan secara jelas mengenai alasan mengapa perusahaan menerapkan E-SCM dan benefit apa yang dapat diperoleh perusahaan dengan penerapan tersebut.

Tugas diatas dibuat dalam bentuk tulisan sederhana. (tambahkan daftar pustaka / referensi yang mendasari tulisan Anda).

Jawaban

MANFAAT e-SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Struktur dan Klasifikasi e-Commerce

Business-to-Business (B2B ) adalah merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi secara elektronik antar perusahaan yang dilakukan secara rutin dan dalam kapasitas produk yang besar. Contoh perusahaan yang telah menerapkan B2B adalah Cisco, stock exchange, Bursa Efek, Rafless Hotel.

Karakteristik B2B:

–          Parties to the transaction : Seller, Buyers and Intermediaries

B2B commerce dapat dijalankan langsung antara pelanggan dan pabrik atau dijalankan melalui online intermediary. Intermediary adalah pihak ketiga online yang menengahi transaksi antara pembeli dan penjual, bisa jadi intermediary maya atau intermediary click-and-mortal.

–          Type of Transactions

Ada 2 tipe transaksi B2B yaitu spot buying dan strategic sourcing. Spot buying menunjukkan ke pembelian barang dan jasa, biasanya menyesuaikan harga pasar yang tergantung secara dinamis oleh supply dan demand.

–          Type of Materials Traded

Ada 2 tipe barang dan pasokan yang diperdagangkan pada B2B : langsung / Direct dan tidak langsung / Indirect. Barang Langsung adalah barang yang digunakan dalam produk,  misalnya baja untuk mobil, kertas untuk buku. Karakteristik dari barang ini adalah terjadual dan terencana. Barang ini juga sering dibeli dalam jumalh besar dengan negosiasi dan kontrak. Barang Tidak Langsung adalah barang seperti peralatan kantor, atau lampu yang mendukung produksi.

–          Direction of trade

B2B Marketplaces dapat diklasifikasikan dalam vertical atau horizontal. Vertikal marketplaces adalah yang berhubungan dengan satu industry atau segmen industry. Misalnya pasar special dalam elektronik, mobil, peralatan rumah sakit, baja, atau kimia. Horisontal Marketplaces adalah pasar yang berkonsentrasi pada jasa atau produk yang digunakan pada semua tipe industry. Misalnya : peralatan kantor, personal computer, atau jasa perjalanan.

Business-to-Consumer (B2C) adalah merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu. Contoh perusahaan yang telah menerapkan B2C adalah Amazon.com, dell.com, walmart.com, choicemall.com, shop4.vomshop.com, spree.com.

Karakteristik B2C:

–          Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.

–          Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.

–          Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.

–          Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.

Consumer-to-Consumer (C2C) adalah merupakan sistem komunikasi dan transaksi bisnis antar konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu. Contoh yang telah menerapkan C2C adalah http://www.bidhere.com/, http://www.ebay.com/, http://www.munyie.com/.

Karakteristik C2C:

–          Pada lingkup konsumen ke konsumen bersifat khusus karena transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja, seperti Lelang Barang.

–          Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi tentang produk, harga, kualitas dan pelayanannya.

–          Konsumen juga membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar luas melalui komunitas tersebut.

Keberhasilan organisasi baik private, public, dan militer, tergantung pada kemampuan mereka dalam mengatur arus barang, informasi, dan uang untuk masuk, berputar didalam, dan keluar dari organisasi. E-Supply Chain Management adalah suatu konsep manajemen dimana perusahaan berusaha memanfaatkan teknologi internet untuk mengintegrasikan seluruh mitra kerja perusahaan, terutama yang berhubungan dengan sistem pemasok bahan baku atau sumber daya yang dibutuhkan dalam proses produksi.  Dalam merancang e-Supply Chain Management terdapat beberapa segmen yang harus diperhatikan, segmen tersebut adalah:

  1. Customer and Service Management
  2. Manufacturing and Supply Chain Planning
  3. Supplier Relationship Management
  4. Logistic Resource Management
  5. Architecting the e-SCM Environment

Kesuksesan e-supply chain tergantung pada :

–          Kemampuan partner rantai pemasok untuk melihat kolaborasi partner adalah aset strategis.

–          Strategi supply chain yang terdefinisi dengan baik

–          Informasi yang dapat dilihat antara semua rantai pemasok

–          Kecepatan, biaya, kualitas dan layanan konsumen.

–          Penggabungan rantai pemasok yang lebih kuat.

Pencapaian visi perusahaan terdiri dari 3 poin utama, yaitu : kualitas barang yang bagus, pengiriman barang yang tepat waktu serta fokus pada hubungan dengan pelanggan. E-Business Initiatives berdasarkan kondisi perusahaan dan rencana supply chain yang dikembangkan, akan bergerak kearah evolutionary, dimana perusahaan cenderung menekan ke arah otomatisasi proses yang berfokus pada pertukaran informasi secara otomatis (information automation). Adanya otomatisasi aliran data yang terjadi antara semua pihak terkait dalam supply chain, memungkinkan setiap transaksi diproses oleh sistem dan dapat digunakan oleh divisi yang terkait. Adanya otomatisasi juga memungkinkan konsumen untuk melihat pemesanan yang telah dilakukannya serta konfirmasi pemesanan dapat dilakukan.

Beberapa manfaat dari penerapan E-Supply Chain Management adalah

–          Mengurangi biaya transaksi sebesar 90%.

–          Menurunkan biaya pembelian barang dan pelayanan sebesar 2 sampai 6 persen.

–          Membantu mengurangi biaya dan memperbaiki performance dengan memperkuat kebijakan procurement dalam desain produk dan SCM.

–          Melalui perbaikan kualitas informasi, accessibility dan waktu, e-SCM membantu perusahaan – perusahaan dalam supply chain lebih transparan untuk mencapai tujuan bersama (Long term Partnership)

Ref:

http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/download/565/489

http://perkuliahanone.blogspot.com/2010/12/contoh-contoh-link-b2b-b2g-c2c.html

http://ridha.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/13748/pert14.ppt

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-6858-2504202603-Bab1.pdf

Save to PDF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: