Week 5 – Tugas Individu 4 – 0034M

26 October 2010 at 23:57 (Informasi dan Proses Binis)

Tugas Modul 05

1.      Bagaimana anda menentukan banyaknya aktvitas perekaman data, pengelolaan, dan pelaporan informasi yang dibutuhkan pada suatu aplikasi TI ?

2.      Jelaskan 3 jenis output yang dibutuhkan oleh user !

3.      Jelaskan setiap tahapan dari 4 tahapan analisis dan perancangan sistem yang diperkenalkan pada pertemuan 4 dan 5 !

Jawaban

1.      Dalam menentukan banyaknya aktvitas perekaman data, pengelolaan, dan pelaporan informasi yang dibutuhkan pada suatu aplikasi TI, terdapat lima siklus yang dapat dilakukan yaitu:

1. Perancangan database dan sistem informasi;

2. Organisasi dan pengelolaan database;

3. Perancangan media Populer;

4. Pengembangan ketrampilan khusus;

5. Pengelolaan dan distribusi media populer.

1. Perancangan database dan sistem informasi:

Jenis layanan ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka sistem informasi dan database yang solid berdasarkan tujuan strategis lembaga. Proses ini mencakup beberapa kegiatan yakni:

* Identifikasi/ mengenali informasi yang telah ada dan kebutuhan informasi sistem organisasi berdasar atas data, informasi, pengetahuan dan kebijakan yang ada;

* Analisis terhadap spesifikasi kebutuhan informasi

* Merancang sistem informasi dan database yang meliputi pencatatan, pengolahan, perekaman dan pelaporan

* Detil Perencanaan

2. Pengorganisasian dan pengelolaan database:

Jenis layanan ini bertujuan untuk mendetilkan rancangan sistem informasi dan database. Dan juga memperjelas organisasi pengelolaan database supaya dapat berdaya guna secara optimal. Proses ini mencakup beberapa kegiatan seperti:

* Pengembangan kerangka kerja program

* Memformulasikan desain dan struktur organisasi pengelolaan database

* Memformulasikan sistem pencatatan, pengolahan, perekaman dan pelaporan

* Memformulasikan isu strategis dan tujuan strategis.

3. Perancangan media populer:

Jenis layanan ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka perancangan media populer yang solid berdasarkan tujuan strategis lembaga. Media akan menjadi alat yang sangat efektif, jika tepat memilih jenis media, sumber informasi data terpercaya dan up to date, pesan yang akan disampaikan jelas, tujuan pesan jelas, dan momentumnya tepat. Oleh sebab itu proses perancangan media populer ini mencakup beberapa kegiatan yakni:

* Identifikasi/ mengenali media populer yang telah ada dan kebutuhan media populer untuk pencapaian tujuan strategis lembaga berdasar atas data, informasi, pengetahuan dan kebijakan yang ada;

* Analisis terhadap spesifikasi kebutuhan media

* Merancang sistem pengelolaan media dan jenis media yang tepat untuk tujuan strategis lembaga;

* Perencanaan tindak lanjut

4. Pengembangan skill media dan database:

jenis layanan ini bertujuan untuk mengembangkan ketrampilan tentang media dan database.

5. Pengelolaan dan distribusi media populer:

Pengelolaan dan distribusi media populer diarahkan menuju keberlanjutan program yang dapat membiayai sendiri. Oleh sebab itu pengelolaan database dan media populer harus mulai dipisahkan pengelolaan keuangannya sejak mulai dari perencanaan sistem database.

2.      Output adalah informasi yang akan diberikan kepada user, sebagai hasil pengolahan aplikasi sistem informasi. Output yang dihasilkan sistem informasi dapat berupa : Output tercetak, Output melalui tampilan layar, Audio.

Tujuan Rancangan Output : Sasaran output adalah menyediakan / melayani, informasi bagi user,

Output harus sesuai dengan kebutuhan user (user requirement), Output yang disampaikan harus memadai untuk kebutuhan user (tidak berlebihan), Jaminan bahwa output sesuai kebutuhan, Jaminan ketepatan penyampaian output, Memilih device dan media komputer yang baik.

–          Internal Output dibuat untuk kebutuhan di dalam organisasi. internal Output mendukung operasi bisnis sehari-hari atau pengawasan manajemen dan pengambilan keputusan. Dibedakan antara Detailed Report, Summary Report dan exception report. Detailed Report, menyajikan informasi dengan sedikit atau tanpa dilakukan penyaringan atau pembatasan. Contoh daftar seluruh supplier, daftar jenis-jenis produk, Summary Report, berisi informasi dari manajer yang tidak perlu diperlihatkan keseluruhan laporan secara detail. Contoh laporan Profit & Lost, Balance Sheet, laporan aging. dan exception report digunakan untuk menyajikan informasi bagi pimpinan, yang berisi informasi perkecualian (laporan perkecualian) contoh: laporan minimum inventory.

–          Eksternal Output dibuat untuk disampaikan kapada pihak-pihak di luar sistem / organisasi sebagai contoh: Tagihan pelanggan, Laporan tahunan keuangan, Laporan untuk pelanggan, vendor, faktur, nota pembelian, jadwal kursus, tiket pesawat, tagihan telepon, dan lain-lain.

–          Turnaround Output adalah Output berupa dokumen yang dikembalikan , misalnya bagian dari statement nasabah yang harus diisi dan dikembalikan nasabah.

3.      Tahapan-tahapan analisis dan perancangan sistem

–          Tahapan analisis – menentukan kebutuhan sistem dan membuat struktur kebutuhan dengan membuat model proses, model logical, dan model konseptual.

Mendefinisikan kebutuhan sistem(System Requirement)

Analisis bisnis yang harus menekankan pada aktivitas yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. Maka perlu menyelesaikan detil rencana, dengan mendefinisikan kebutuhan sistem, tantang ekspetasi sistem, keputusan dan pekerjaan yang didukung, serta menentukan sistem yang akan membantu dalam pencapaian tujuan organisasi. Dengan menambahkan proses informasi, termasuk penyimpanan data dan aliran data ke dalam analisis dapat mendukung manajemen dalam proses perencanaan, pengendalian dan evaluasi

Structuring System Requirements using Process Modeling

Membuat pemodelan dengan menggunakan diagram aliran data (DFD-data flow diagram) dalam bentuk grafik. Untuk tujuan analisis dan perancangan, harus memasukkan semua sumber dokumen dan laporan yang didefinisikan pada context diagram dalam lingkup analisis dan perancangan.

Structuring System Requirement using Logical Modeling

Model logical digunakan untuk merepresentasikan logika pengolahan informasi pada diagram aliran data untuk mendeskripsikan secara terstruktur proses logical yang terdapat pada setiap diagram aliran data. Teknik ini mengcakup structured English, decision tables, decision trees dan state transition diagram. Dengan structured English, orang yang bukan programmer bisa memberikan nilai pada proses analisis.

Structuring system requirement using conceptual Data modeling

Membuat model data secara konseptual dengan E-R diagram yang dapat menggambarkan hubungan antar entitas yaitu

1.Resources : Sumber daya, contohnya seperti produk, material, jasa, mesin

2. Events : aktivitas, contohnya pembayaran, pembelian, penugasan, pendaftaran

3. Agents : Pelaku (Aktor), contohnya, Suplier, pelanggan, karyawan, siswa

4. Locations : Lokasi, contohnya seperti cabang, pusat, pabrik, wilayah, negara

Memilih strategi perancangan

Analis sistem akan menentukan berbagai perangkat keras, perangkat lunak, prosedur pengolahan data yang paling efisien dan efektif dalam perancangan sistem dengan mengacu pada terpenuhinya kebutuhan system.

–          Tahapan perancangan logical – Merancang database, form, laporan, interfaces dan dialogues.

Beberapa komponen utama dalam tahapan perancangan secara logis ini adalah merancang form dan laporan, merancang user interface dan dialog, merancang database dengan teknik pemodelan secara logis. Dengan menggunakan model konseptual data sebagai panduan untuk membuat model data secara logis yang akan digunakan untuk pembuatan database secara fisik. Dalam mendefinisikan struktur data yang tepat untuk merefleksikan proses bisnis secara mendasar mempunyai tantangan tersendiri. Beberapa alternatif pemodelan secara logis untuk mendefinisikan struktur data. Pada perancangan secara logis ini akan gunakan struktur relational database untuk mendefinisikan model REAL dengan cardinality yaitu:

1. Mengidentifikasikan kebutuhan relasi

2. Mengidentifikasikan atribut kunci untuk setiap relasi

3. Menghubungkan antar relasi

4. Mendefinisikan atribut bukan kunci

–          Tahapan perancangan fisik – Merancang file fisik, database dan program

Mendesain sistem baru yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi perusahaan yang diperoleh dari pemilihan alternatif sistem yang terbaik. Perancangan secara fisik merupakan proses pemilihan struktur-struktur penyimpanan dan jalur-jalur akses pada file-file database serta perlu dilakukannya normalisasi untuk mencapai penampilan yang terbaik. Perancangan spesifikasi-spesifikasi untuk database yang disimpan yang berhubungan dengan struktur-struktur penyimpanan fisik, penempatan record dan jalur akses.

–          Tahapan implementasi dan pengelolaan – Melakukan coding, testing, installing, dokumentasi, melatih pemakai, user support dan pengelolaan sistem.

Dalam tahap implementasi memiliki beberapa tujuan, yaitu untuk :

a. Melakukan kegiatan spesifikasi rancangan logikal ke dalam kegiatan yang sebenarnya dari sistem informasi yang akan dibangunnya atau dikembangkannya.

b. Mengimplementasikan sistem yang baru.

c. Menjamin bahwa sistem yang baru dapat berjalan secara optimal.

 

Save to PDF

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: