Kasus Dell

13 July 2010 at 09:26 (Knowledge Management)

Pembahasan Kasus Dell

Kelompok 2:

1. Hendra Sanjaya (1301072501)

2. Yan Adriansyah (1301072546)

3. Yaya hidayana (1301072496)

4. Steven

Tugas Kelompok Kasus Dell

Tugas Kelompok I

  • Background perusahaan (termasuk visi dan misi) dan pembahasan kasus atau dasar cerita secara umum
  • Bagaimana keadaan dan peran perusahaan di ekonomi global
  • Fitur apa yang sudah atau seharusnya sudah digunakan dalam hal dukungan teknologi dan implementasi Knowledge management

Jawaban:

  • Perusahaan komputer Dell  sudah beroperasi selama 15 tahun dan mempunyai perkembangan dalam financialnya dari 6.2 juta dollar pada tahun 1985 sampai dengan 21.7 milyar dollar di tahun 1999. Pada tahun 1999, Dell menempati rangking ke-2 dalam memasarkan PC di Amerika dan dunia. Keberhasilannya adalah sejak menemukan model pemasaran secara langsung yaitu business-to-customer yang merevolusi industri PC pertama kali di Amerika dan kemudian dilebih dari 170 negara di seluruh dunia. Pada kuartal pertama tahun 1997, Dell melaporkan penjualan harian secara on-line sebesar US $ 1 juta.  Untuk bulan agustus tahun 1999 penjualan harian secara online telah mencapai US $ 30 juta, menerjemahkan ke US $ 11 miliar per tahun. Pada akhir tahun 2000, Dell menargetkan untuk melakukan setengah dari bisnisnya di setiap daerah secara online. Michael Dell meraih reputasi sebagai CEO termuda dari 500 perusahaan terkaya. Selain itu  ia sebagai salah satu dari 25 manajer top di tahun 1997 ““Top 25 Managers of the Year”  oleh Business Week’s.  “Entrepreneur of the Year” oleh perusahaan majalah, “Man of the Year” oleh Majalah PC dan “CEO of the Year” oleh dunia keuangan. Keberhasilan Michael Dell dan Dell Computer Corporation didirikan pada model direct business-to-consumer. Perusahaan ini didirikan pada konsep sederhana: bahwa dengan menjual komputer pribadi secara langsung kepada pelanggan, Dell harus bisa memahami kebutuhan mereka dan mampu memberikan solusi yang paling efektif untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dell jual langsung kepada pelanggan, berurusan langsung dengan pemasok dan berkomunikasi langsung dengan karyawan, semua tanpa campur tangan perantara. Untuk konsumen, apakah konsumen biasa atau sebuah perusahaan multinasional, Dell manjadi single point atas kontak dan akuntabilitas.

Visi Dell:

  1. Selalu mendengarkan pelanggan.
  2. Business-to-Customer.
  3. Mampu memberikan solusi yang paling efektif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
  4. Build-to-order.

Misi Dell:

  1. Merendahkan inventory (Just-in-time inventory control)
  2. Dell Online
  3. Memastikan posisinya masuk dalam ranking terutama di pasar China.
  4. Expansi jaringan secara selektif kesetiap Negara.

  • Pada tahun 1999, Dell menempati rangking ke-2 dalam memasarkan PC di Amerika dan dunia. Keberhasilannya adalah sejak menemukan model pemasaran secara langsung yaitu business-to-customer yang merevolusi industri PC pertama kali di Amerika dan kemudian dilebih dari 170 negara di seluruh dunia. Namun, walaupun pertumbuhan yang luar biasa dan ekspansi global, masih ada banyak daerah yang dibutuhkan Dell  untuk memastikan posisinya masuk dalam ranking  dimasa mendatang  terutama China.  Analis memperkirakan bahwa Cina akan segera menjadi pasar PC terbesar kedua setelah Amerika Serikat, yang menghasilkan pendapatan US $ 25 miliar pada tahun 2002. Pada bulan September 1999, Dell peringkat nomor tujuh di pasar PC Cina. Dengan pesatnya pertumbuhan perusahaan, Dell go public Pada bulan Juni 1988. Sepuluh tahun kemudian, Dell menduduki peringkat nomor dua dengan pertumbuhan tercepat di antara semua perusahaan sistem komputer besar di seluruh dunia dengan lebih dari 26.000 karyawan di seluruh dunia. Pada bulan Juni 1987, Dell berani keluar dari AS untuk pertama kalinya dan memulai bisnis di Inggris, Wartawan dan analis berspekulasi bahwa model direct Dell  bisa bekerja di AS, tapi tidak di Eropa. Di tahun 1994, Dell memiliki anak perusahaan Internasional dalam 14 negara dan menjual dan mendukung produk di lebih dari 100 pasar tambahan melalui kesepakatan bermitra dengan distributor teknologi. Pada tahun 1995, konstruksi dimulai pada Asia pacific Customer Centre (APCC) di Penang, Malaysia. Pada semester pertama tahun 1995, Dell membuka kantor di enam negara di wilayah ini. Malaysia menjadi penghubung dari manajemen Asia Pasifik yang komprehensif, jaringan pemasaran yang mencakup Australia, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan dan Thailand.
  • Pada tahun 1996, mengoyang industri PC dengan cara membuat pendekatan langsung bahkan langsung melalui Internet. Hingga akhir 2000, Dell diantisipasi bahwa setengah dari total bisnis (penjualan, layanan dan dukungan) akan dilakukan secara on-line. Internet memiliki potensi untuk mengubah wajah industri PC. Dell bertujuan untuk menganggap sebuah posisi kepemimpinan dalam Internet commerce, Internet mendefinisikan model bisnis sebagai perpanjangan dari direct model. Melalui www.dell.com, Dell mampu meningkatkan performansinya secara drastic, karena seluruh pelanggan yang ada di seluruh dunia bisa melakukan pembelian produk dan jasa dimanapun mereka berada.

Tugas Kelompok II

  • Apa saja knowledge yang penting bagi perusahaan, dan apa dasar menentukan hal tersebut sebagai knowledge yang penting.
  • Apakah ada aspek pengaruh lintas budaya di perusahaan dan bagaimana dengan transfer knowledge lintas budaya ini dilakukan atau diatasi permasalahannya.

Jawaban:

  • ”Knowledge is Power”. Pepatah ini sudah sering kita dengar. Tapi, Bill Gates ternyata tidak sependapat. Menurut Bill Gates dalam bukunya Business @ the Speed of Thought, informasi yang di-share-lah yang memiliki kekuatan dahsyat, karena informasi ini telah berubah dari informasi pasif (yang hanya berada di kepala masing-masing orang, ataupun yang tersimpan dalam file) menjadi informasi aktif, yaitu informasi yang bisa memberi nilai tambah bagi kegiatan bisnis perusahaan.

Perubahan cepat di dunia bisnis mendorong perusahaan mengandalkan kekuatan informasi sebagai basis untuk berbisnis. Informasi yang didukung teknologi internet telah merevolusi wajah perekonomian dunia untuk berubah dari ekonomi lama (old economy) ke ekonomi baru (new economy). Ekonomi baru melengkapi kegiatan bisnis dunia nyata dengan kekuatan informasi. Untuk memanfaatkan informasi dengan optimal, dunia bisnis perlu menerapkan strategi pengelolaan informasi dan pengetahuan dengan optimal untuk memperbaiki kualitas keputusan, proses, dan produk ataupun jasa yang dihasilkan, serta hubungan yang harmonis dengan pelanggan.

Mengubah Kabar Buruk Menjadi Kabar Baik

Teknologi informasi telah menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan bisnis dunia, termasuk di Indonesia. Dengan mengoptimalkan manfaat dari informasi yang tepat, perusahaan dapat memangkas biaya yang besarnya sangat signifikan. Namun, pemanfaatan informasi memiliki dua sisi: jika perusahaan tidak bisa menggunakannya dengan tepat, maka informasi akan membawa pada kematian, sebaliknya jika perusahaan dapat memanfaatkannya dengan optimal, maka keuntunganlah yang akan didapat.

Mengubah Pelanggan Musiman Menjadi Pelanggan Loyal

Agar pelanggan menjadi loyal, perusahaan perlu mengenal dengan baik, dan perlu dikenal dengan baik juga oleh target pasar mereka. Caranya adalah dengan memanfaatkan informasi yang tepat untuk membina hubungan dua arah yang harmonis dengan target pasar. Ada banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah mendekatkan diri dengan pelanggan dengan memberi layanan secara individu kepada mereka. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet untuk mengunjungi pelanggan satu per satu di tempat mereka masing-masing. Melalui teknologi ini, perusahaan bisa memperkenalkan berbagai produk, layanan baru yang ditawarkan perusahaan bagi pelangan, serta berbagai solusi yang diberikan perusahaan untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi pelanggan.
Teknologi internet dengan knowledge management-nya pun bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan masukan berharga (melalui keluhan, usulan, dan pertanyaan yang disampaikan pelanggan) untuk memperbaiki kualitas produk dan layanan bagi pelanggan, serta menciptakan produk dan layanan baru sesuai dengan perubahan selera dan kebutuhan pelanggan yang bisa diakses dari setiap transaksi yang tercatat. Dengan demikian, baik pelanggan maupun perusahaan bisa saling mengenal dengan baik karakter masing-masing. Karena sudah saling kenal, dengan hubungan yang baik, maka loyalitas pun akan lebih mudah tumbuh. Dell Computers, perusahaan yang memproduksi komputer dengan mengandalkan keterlibatan pelanggan dalam menentukan sendiri fitur dari komputer yang akan dibeli (bukan fitur yang sudah distandarkan dari pabrik)

.

Mengubah Informasi Pasif Menjadi Informasi Aktif

Informasi, ditunjang dengan teknologi komunikasi yang berkembang cepat hanyalah merupakan alat. Alat ini dikendalikan oleh manusia. Dengan demikian, pelaku bisnis perlu mengelola informasi yang dapat diaksesnya sedemikian rupa agar dapat dimanfaatkan bersama oleh orang-orang yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal. Di sini, peran knowledge management (KM) menjadi penting. Dengan KM yang tepat, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan, informasi penting dapat dimanfaatkan tidak hanya oleh pimpinan di kantor pusat, tetapi juga oleh mereka yang berada di cabang-cabang dan perwakilan perusahaan di seluruh dunia pada waktu yang bersamaan. Jadi, knowledge management dapat mengubah informasi pasif yang hanya tersimpan dalam kepala beberapa orang, atau dalam bentuk cetak, menjadi informasi aktif, yaitu informasi yang di-share sehingga dapat dimanfaatkan secara aktif untuk mengambil keputusan, melakukan inovasi dalam produk dan proses, mendukung pembelajaran yang berkelanjutan, dan meningkatkan kualitas dari SDM perusahaan.

  • Pada semester pertama tahun 1995, Dell membuka kantor di enam negara di wilayah ini. Malaysia menjadi penghubung dari manajemen Asia Pasifik yang komprehensif, jaringan pemasaran yang mencakup Australia, Cina, Hong Kong, India, Indonesia, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Singapura, Taiwan dan Thailand.  Cina akan segera menjadi pasar PC terbesar kedua setelah Amerika Serikat, yang menghasilkan pendapatan US $ 25 miliar pada tahun 2002.

Dell memperhatikan berbagai macam aspek dan knowledge ketika melakukan ekspansi ke berbagai Negara. Aspek dan knowledge tersebut adalah :

  1. Ukuran pasar saat ini dan potensinya;
  2. Ketersediaan sumber daya, terutama tenaga penjualan yang mampu menerapkan penjualan langsung model Industri PC didominasi oleh vendor langsung menjual melalui saluran skills-set yang diperlukan untuk berhubungan dengan kebutuhan pelanggan dan menerjemahkan mereka kebutuhan ke produk dan layanan tidak tersedia.
  3. Pengelolaan sumber daya yang cukup di tingkat lokal; manajemen senior diperlukan pengetahuan tentang perilaku pasar lokal potensi pelacakan dan kebutuhan tenaga kerja lokal, serta budaya lainnya, Filipus dan keterbatasan politik yang harus diatasi.
  4. Penerimaan local Negara atas model Dell yaitu Direct Model: pelanggan potensial yang belum mendengar tentang merek Dell akan sulit untuk mengambil telepon dan mengordernya tanpa ada melihat salah satu PC Dell.
  5. Kemampuan dari pemasok untuk mengirimkan part dalam waktu singkat: Dell Direct Model bergantung pada seberapa jauh jangkauan dalam memanajemen Just-in-time Inventory
  6. Pengaturan yang memadai dengan menjamin pengiriman tepat waktu sesuai pesanan: Dell telah merata-ratakan untuk setiap pengiriman membutuhkan waktu 6 hari.
  7. Biaya Operasional

Tugas Kelompok III

1. Bagaimana keberhasilan organizational learning dan networking dalam menunjang atau hasil dari implementasi KM di organisasi
Jawab :

Dell On-line merupakan kemajuan untuk Dell. Pada kuartal pertama tahun 1997, Dell melaporkan penjualan on-line harian sebesar US$1 juta. Untuk bulan Agustus 1999, penjualan on-line harian telah mencapai US $ 30 juta yang artinya US$11 miliar per tahun. Hingga akhir 2000, Dell menargetkan untuk melakukan setengah dari bisnis di setiap daerah secara on-line. Berhadapan langsung dengan beberapa pemasok utama pada basis global memperkuat keuntungan kompetitif Dell. Alasan Michael Dell adalah melalui kontak dekat dengan pelanggan dan dengan lebih banyak informasi mengenai kebutuhan pelanggan terdapat sedikit kebutuhan akan persediaan dalam jumlah besar. Pesatnya pertumbuhan dan ekspansi diperlukan jika perusahaan ingin terus hidup. Perusahaan mulai menargetkan yang kecil ke ukuran menengah pada ukuran bisnis di pasar AS. Sedangkan kompetitor yang bertujuan di bagian atas akhir pasar (yakni, perusahaan-perusahaan besar), Dell memilih untuk memimpin harga / kinerja revolusi dari bawah ke atas, membawa teknologi baru di harga terjangkau pada kelompok pelanggan terluas. Strategi ini bekerja dengan baik di Amerika. Hingga akhir 1986, Dell telah mencapai US $ 60 juta dalam penjualan.

2. Berikan gambaran umum seperti apa bentuk dashboard knowledge management untuk lini-lini yang ada diperusahaan tersebut. (dengan gambar yang mendukung akan lebih baik)

Jawab :

Pelanggan Dell berkomunikasi dan membeli Dell dalam tiga cara http://www.del.com, Voice-to-voice dan Face-to-face

Just-in-time Inventory, dell menerima materi dan siap untuk digunakan dan hanya yang ditetapkan sebagai keinginan khusus untuk pelanggan

Komputer Custom-Designed, the traveler adalah lembaran yang berisi semua konfigurasi informasi pelanggan yang unik. Dokumen berjalan dengan system melewati kumpulan dan pengiriman

Kitting, berdasarkan traveler, semua komponen internal dan komponen yang diperlukan untuk membuat sistem yang dipilih dan ditempatkan dalam pengangkutan

Build-to-Order, sebuah tim pekerja menggunakan kit untuk mengumpulkan dan mulai menguji seluruh sistem

Pengujian dan integrasi sistem, sistem kemudian diuji secara luas menggunakan diagnosa Dell. Standar atau kustom hardware dan software yang terinstal dan teruji di pabrik

Pengepakan, perkapalan dan pengiriman, siklus build-to-order berlangsung kurang dari lima jam dari awal hingga selesai. Berhubungan langsung dengan pemasok merupakan factor penting bagi keberhasilan penerapan model langsung dari Dell. Just-in-time inventory control menciptakan keuntungan yang memiliki dampak langsung pada pelanggan.

3. Apa saja nilai-nilai KM dan pembelajaran yang didapat dari kasus yang ada ?

Jawab :
– Standard biaya dan kinerja di seluruh dunia
– Pendekatan langsung dengan pelanggan dan pemasok
– Ekspansi global perusahaan
– Pemilihan daerah ekspansi yang tepat
– Online service melalui internet

Save to PDF

1 Comment

  1. fani said,

    mengapa Anda berpikir dell tertinggal begitu jauh di belakang HP memasuki pasar ritel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: