The Modern Organization in the Digital Economy

2 July 2010 at 16:22 (Konsep Sistem Informasi)

Week 2 – Tugas Individu 2 – 0014M

Tugas mandiri minggu ke 2

Essay

1.  Jelaskan, bagaimana ekonomi digital mempengaruhi persaingan!

2.  Buatkan contoh lain yang ada di Indonesia tentang 2 kasus ekonomi lama dan

ekonomi baru!

3. Jelaskan bagaimana pengaruh internet pada penerapan model 5 daya Porter untuk sebuah industri!

Jawaban

1. Ekonomi digital dapat mempengaruhi persaingan, karena perusahaan dituntut untuk dapat beradaptasi dengan setiap perubahan yang dinamis. Terjun ke dunia maya berarti berhadapan head-to-head dengan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Perilaku mereka setiap hari akan sangat mempengaruhi struktur pasar dan industri terkait yang seringkali akan merubah berbagai kondisi. Hal ini tentu saja merupakan manifestasi dari persaingan bebas dan ketat yang terjadi disamping merupakan strategi untuk memenangkan rivalitas. Dengan kata lain, perubahan merupakan proses wajar yang harus dilakukan oleh perusahaan. untuk berhasil melakukan bisnis di era ekonomi digital diperlukan suatu usaha untuk merubah paradigma berfikir dan berperilaku (mind switching). Ada pepatah di dunia bisnis yang mengatakan, bahwa “old organization plus information technology is equal to old and expensive organization”. Hanya mereka yang siap untuk melakukan perubahan dan beradaptasi dengan berbagai hal baru yang menjadi ciri khas millenium ketiga-lah yang akan mampu bertahan dan bersaing. Kalimat “old habit is hard to die” secara tidak langsung mengatakan bahwa era ekonomi digital adalah arena bertarung bagi eksekutif muda, yang enerjik, kreatif, dan senang berpetualang.

2. Contoh ekonomi baru vs ekonomi lama untuk kasus Pengiriman Surat

Ekonomi lama: untuk dapat mengirimkan surat, maka harus pergi ke kantor pos atau perusahaan jasa lainnya. Lalu waktu pengiriman dibutuhkan berhari-hari untuk dapat tersampaikan. Sehingga banyak sekali waktu yang terbuang. Biaya yang dibutuhkanpun sangat mahal, mulai dari pembelian kertas surat, biaya transportasi ke tempat kantor pos, lalu biaya pengiriman itu sendiri seperti perangko. Belum lagi surat itu dikirimkan ke banyak orang padahal isi suratnya sama sehingga harus mengeluarkan biaya tambahan.

Ekonomi baru: dengan menggunakan teknologi surat elektronik (email) untuk dapat mengirimkan surat menjadi lebih mudah, cepat dan hemat. Mudah: banyak sekali penyedia-penyedia layanan email baik itu secara gratis maupun berlangganan, dapat diakses dimana saja, kapan saja selama terhubung dengan layanan internet. Cepat: waktu pengiriman email sangat cepat hanya dalam hitungan menit walaupun ditujukan kebanyak orang dan tempat tinggal yang berjauhan (antar negara). Hemat: biaya yang dikeluarkan menjadi sangat hemat. Untuk dapat mengirimkan email, maka harus ke warnet atau bahkan dalam genggaman tangan dengan menggunakan ponsel. Lalu login ke mail hosting dan hanya dengan melakukan klik maka email tersebut akan terkirimkan dalam beberapa menit ke semua penjuru dunia.

Contoh ekonomi baru vs ekonomi lama untuk kasus Buku

Ekonomi lama: mudah lecek, mudah sobek, harus berhati-hati dalam penggunaan, butuh perawatan lebih agar terhindar dari kerusakan yang diakibatkan oleh rayap/kutu buku, membutuhkan biaya tambahan untuk dapat menggandakan.

Ekonomi baru: dengan buku elektronik (ebook), mudah perawatannya, mudah menggandakan tanpa harus mengeluarkan biaya, mudah dibawa kemana saja, dan dapat di proteksi jika orang lain tidak ingin melihatnya.

3. Pengaruh internet pada penerapan model 5 daya porter untuk sebuah industri adalah

–       Dapat meningkatkan akses ke suatu produk atau penyalur serta dapat menghemat uang dan waktu karena dihadapkan dengan banyaknya pilihan dari suatu produk atau penyalur.

–       Persaingan usaha diantara perusahaan di industri yang sama akan dengan cepat menemukan kompetitor. Sebagai contoh: Friendster, Facebook, Twiter, Flickr, MySpace, Friendfeed, LinkedIn, dan lain-lain. Hal ini tentu saja merupakan manifestasi dari persaingan bebas dan ketat.

–       Ancaman pembajakan karena dapat dengan mudah produk atau jasa  menyebar.

–       Ancaman masuknya perusahaan baru karena perusahaan baru dapat men-skip rintangan-rintangan tradisional seperti tenaga penjualan, biaya pemasangan iklan, biaya penyewaan gudang, dan lain-lain.

Kasus

Industri Real Estate di Era Ekonomi Baru

Internet secara dramatis mengubah bagaimana orang-orang mencari rumah. Sekarang ini, lebih dari 70 persen dari para pembeli rumah berbelanja secara online sebelum membeli rumah, naik dari angka 41 persen di tahun 2000. Calon pembeli hanya butuh beberapa kali  men-klik mouse, untuk menampilkan foto, denah, dan sering juga dilengkapi video klip dari semua properti yang ditawarkan.

Apa yang diceritakan tadi adalah kenyataan bagaimana semua Web-surfing Homebuyers ini, sedang mengubah cara berbisnis pada industri Real Estate. Dengan limpahan data yang didapat dengan menggerakkan ujung jari, mereka menjadi semakin banyak mengetahui tentang rumah yang ditawarkan. Pada gilirannya, mereka  menggunakan pengetahuan ini untuk menghilangkan potongan 6 persen dari yang akan didapatkan oleh perantara Real Estate sebagai komisi untuk masing-masing rumah yang terjual. Perusahaan real estate sedang bereaksi dengan kebutuhan pelanggan yang faham Internet semacam ini. Sebagai contoh, dengan penggunaan web akan mengurangi biaya pada Ziprealty Inc. (www.ziprea/ty.com) sehingga dapat mengembalikan uang sebesar 20 persen untuk komisi kepada para pembeli dan 25 persen kepada para penjual. Ziprealty dapat memotong biaya biaya  dengan cara agen penjual bekerja via Internet dari rumah, dibanding  harus ke kantor. Agen mendapat pelatihan cara menjual secara online dan berbagai alat penjualan lainnya, yang mana dapat membantu menjual rumah dua sampai tiga kali lebih banyak dibanding perantara tradisional.

Hal lainnya, bila kita melihat HomeGain.Com (www.homegain.com) dan Lendingtree (www.lendingtree.com) dua penyedia hipotik yang terkemuka, ternyata mereka juga mempunyai dampak yang besar pada industri Real Estate. Perusahaan ini  mampu menggunakan Web untuk mengidentifikasi rumah-rumah yang potensial untuk dijual dan menemukan para calon pembeli sehingga dapat mengarahkannya ke perantara tertentu. Perusahaan tersebut memberikan nama  klien yang potensial ke beberapa agen Real Estate dan membiarkannya mereka bersaing. Proses ini memaksa perantara untuk lebih kompetitif, memberikan penawaran dan melayani yang lebih baik, dan juga memotong komisi. Untuk membantu menemukan klien dengan lebih murah dan cepat, perantara membayar HomeGain dan LendingTree sampai 35 persen dari komisi yang mereka dapatkan jika mereka berhasil menutup suatu penjualan. Layanan yang lebih baik dan pengurangan komisi adalah seperti yang diharapkan konsumen pada umumnya. Sebagai hasilnya, banyak agen real estate  sedang mengurangi besarnya komisi, karena tekanan dari para pelanggan.

Sources: Compiled from T. J. Mullaney, “Real Estate’s New Reality,” BusinessWeek, May 10, 2004, pp. 88, 90; http://www.ziprea/ty.com, http://www.homegain.com, and http://www./ending tree.com, accessed March 3, 2005.

  1. Bagaimana cara perusahaan real estate yang tradisional bersaing di era ekonomi digital?
  2. Karena besarnya komisi menurun akibat tekanan harga, apa yang akan terjadi di industri real estate dalam waktu lima tahun ke depan? Dapatkah industri ini bertahan bila perilaku bisnis mereka seperti saat ini? Jika tidak,  kekuatan apa yang akan menggantikan industri ini?

Jawaban

  1. Cara perusahaan real estate yang tradisional agar dapat bersaing di era ekonomi digital adalah menghasilkan produk dengan biaya yang paling rendah, membuat suatu produk yang mempunyai kekhususan tersendiri, membuat inovasi-inovasi dan kreatifitas agar produk yang dihasilkan mempunyai nilai tambah, membuat kebijakan-kebijakan yang hasilnya berpengaruh pada peningkatan kinerja, mutu, produktivitas dan kepuasan pelanggan, berorientasi pada pemuasan pelanggan seperti mengadakan program “Konsumen Puas” agar setiap pelanggan dapat dilayani dengan sebaik-baiknya secara ramah dan profesional.
  2. Yang terjadi di industri real estate dalam waktu lima tahun kedepan yang diakibatkan oleh tekanan harga yang berdampak pada besarnya komisi menurun adalah  industri real estate akan tumbuh pesat karena orang dapat membeli dengan harga yang terjangkau tanpa harus dibebankan biaya-biaya komisi dari para broker. Dengan perilaku bisnis seperti ini industri real estate akan bertahan dan tumbuh subur.

Save to PDF

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: