Sukses Bersaing dengan Kekuatan Distribusi

2 July 2010 at 15:05 (Uncategorized)

Pada era perdagangan bebas saat ini, batasan-batasan perdagangan menjadi semakin tipis. Seperti dikatakan salah satu guru pemasaran Asia, Kenichi Ohmae, bahwa dunia akan menjadi borderless world. Artinya, pembatasan ekspor yang sebelumnya berdasarkan kuota yang diberikan oleh negara pengimpor sudah tidak berlaku lagi. Jadi terlihat jelas bahwa tingkat kompetisi bisnis akan semakin tinggi.

Untuk itu, setiap perusahaan perlu memiliki strategi bisnis yang lebih ampuh. Strategi yang tidak hanya untuk bertahan di era globalisasi, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pemenang. Bagaimana caranya?

Michael Porter, pakar strategi dari Harvard Business School, mengungkapkan bahwa esensi dari sebuah strategi bisnis adalah bagaimana mengoptimalkan aktivitas bisnis secara unik atau berbeda dari yang dilakukan pesaing.

Mengapa harus unik atau berbeda? Karena, di era globalisasi dengan jumlah pesaing yang banyaknya luar biasa, konsumen menjadi kesulitan untuk menerjemahkan masing-masing keunggulan tiap produk atau perusahaan. Untuk itu, perusahaanlah yang harus berinisiatif melakukan aktivitas bisnisnya secara berbeda. Sehingga, konsumen akan mudah mengerti berbagai benefit yang ditawarkan oleh perusahaan.

Namun, strategi yang berbeda ini haruslah tepat sasaran. Yaitu, harus menekankan pada pentingnya kebutuhan pelanggan, kemampuan akses pelanggan, dan ragam dari produk atau servis yang dimiliki perusahaan sebagai sebuah strategi positioning perusahaan. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan bisa memiliki daya saing lebih tinggi dari pesaing dan berkesinambungan.

Lalu, strategi apa yang dapat menjadi senjata perusahaan untuk bersaing?

Memang ketika persaingan harga, kualitas, dan berbagai strategi bisnis lainnya telah dijalankan banyak perusahaan, maka akan terjadi kemiripan strategi.  Untuk itu, perusahaan harus lebih berinisiatif mencari terobosan yang dapat menjadi keunggulan kompetitifnya. Dengan keunggulannya itu, maka perusahaan dapat menerapkannya sebagai sebuah strategi untuk bersaing.

Salah satu keunggulan yang menarik untuk diterapkan sebagai sebuah strategi bersaing adalah kekuatan distribusi.

Sebagai contoh, kita bisa lihat Coca-cola. Saat ini, siapa yang tidak kenal Coca-cola? Hampir semua orang di muka bumi ini mengetahui Coca-cola sebagai sebuah minuman ringan yang sukses di pasar internasional. Mengapa? Karena Coca-cola memiliki dua kekuatan, yaitu merek dan distribusi.

Untuk merek, Coca-cola telah dikenal sebagai merek termahal. Wajar saja, aktivitas promosi yang dilakukan Coca-cola tidak tanggung-tanggung. Selain penekanan yang konsisten terhadap kualitas, Coca-cola juga berani menyediakan budget promosi yang terbilang besar untuk melakukan penetrasi di banyak negara di dunia.

Bagaimana dengan distribusi? Tanpa kekuatan distribusi kuat, tentu sebuah perusahaan akan kesulitan melakukan pengiriman produk hingga ke pelosok-pelosok daerah dalam waktu yang singkat dan frekuensi pengiriman yang tinggi. Karena itu, Coca-cola bersungguh-sungguh untuk fokus pada kekuatan distribusi.

Lihat saja bagaimana cara Coca-cola mendistribusikan produknya di Indonesia. Dengan membangun lebih dari 120 pusat distribusi, produk Coca-cola didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia. Yang paling menarik adalah jumlah truk pengangkutnya yang luar biasa banyak. Jika dideretkan, kira-kira akan membentuk “kereta” sepanjang 17 km.

Yang juga tidak kalah penting adalah penerapan teknologi informasi (TI) dalam mendukung proses distribusi ini.

Salah satu contoh aplikasi yang sukses di jalankan perusahaan multinasional itu, yakni sistem Strategic Route Planning (SRP). Pihak Coca-cola mengakui masih jarang sekali perusahaan yang menerapkan SRP ini. Artinya, Coca-cola dapat melenggang penuh percaya diri untuk bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis.

SRP itu sendiri merupakan solusi TI yang memungkinkan perusahaan merumuskan strategi routing secara tepat. Intinya adalah bagaimana meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan dalam melayani berbagai wilayah melalui peran sales force-nya. Misalnya ketika terjadi kekosongan wilayah pengiriman dan ada armada yang mampu melakukan penetrasi, maka SRP mampu mengidentifikasi hal itu. Tentunya hal ini berupa digital mapping. Sehingga, akan dapat memudahkan dan membantu kinerja Coca-cola secara signifikan..

Contoh perusahaan yang juga menggunakan kekuatan distribusi adalah Nusantara Card Semesta (NCS). Perusahaan kurir kelas menengah ini, sejak awal berdiri sampai sekarang, menggunakan keahliannya dalam hal pendistribusian produk sebagai keunggulannya.

Sebagai mantan profesional kartu kredit, Budiyanto Darmastono-sang pendiri, telah mengerti betul seluk-beluk pendistribusian kartu kredit. Karena itu, nama perusahaannya ada unsur ’kartu” (card) karena memang pada awalnya telah fokus untuk menangkap peluang dalam mendistribusikan kartu kredit.

Karena itu tidaklah heran bila saat ini persentase terbesar dari kliennya ada di sektor perbankan. Bahkan hampir semua bank di Indonesia untuk pendistribusian kartu kreditnya telah menggunakan jasa NCS. Mulai dari bank asing seperti Citibank, ABN Amro, sampai dengan bank lokal seperti Bank Bumiputera dan Bank Bukopin berhasil dirangkulnya.

Seiring dengan semakin kompleksnya pendistribusian kartu kredit dan dokumen, maka NCS berinisitaif menerapkan teknologi informasi. Seperti halnya Coca-cola, tujuan dari penerapan TI adalah untuk mendukung proses efektifitas distribusi tanpa melupakan efisiensi yang dapat dihasilkan. Karena ”kunci” NCS ini ada di distribusi.

Nah, dengan kedua contoh tersebut, jelas bahwa dengan kekuatan distribusi, sebuah perusahaan dapat memiliki strategi yang ampuh yang dapat membawanya menjadi pemenang. Jadi, manfaatkanlah keunggulan distribusi sebagai kekuatan strategi perusahaan Anda.

Analisa dari kasus diatas:

Save to PDF

Source:

http://www.yokikuncoro.com/2008/05/28/sukses-bersaing-dengan-kekuatan-distribusi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: