Week 10 – Tugas Kelompok 2 – 0594M

9 May 2011 at 23:02 (Enterprise System)

Minggu 10 – Review for Exam

http://www.itbusinessedge.com/info/erpTable1239.aspx

ERP Supplier Comparison, 2009

Infor

Microsoft

Oracle

SAP

Other

ERP Functionality Over 20 “brands” with widely diverse functionality Four basic brands; all but AX with basic functionality Four primary brands, two with deep functionality Two brands, one with the deepest functionality available
  • Lawson—Two
  • Sage—Multiple
  • Intuit—One
Market penetration/ activity, ERP With its many brands, probably third largest but heavily maintenance- revenue- and AS/400-based Would rank somewhere between Infor and Lawson Gaining on SAP, especially in North America, but still significantly behind SAP in ERP market share Holds wide lead in ERP market share (SAP is also gaining in middleware behind IBM, Microsoft and Oracle) Sage and Intuit in particular have many more installations than Infor, Microsoft, Oracle and SAP but are aimed totally at small- and medium-size enterprises
Market penetration/ activity, standalone Also has a widely diverse mix of standalone application brands Leads based on Office; also actively pushing  CRM capability as a service; will use the experience to market ERP as a service Large lead over SAP in standalone applications market share, primarily through acquisition SAP does not really compete in standalone applications market but has a few offerings Thousands of examples
ERP Partnership strategy Partners heavily with IBM and IBM distributors Partners heavily with Microsoft developer community; looking for 100,000 About 4500 middleware partnerships that should be transferable to applications Has been trying unsuccessfully for 10 years to build a program; looking for over 1,000 Tend to partner with IBM and Microsoft (but rarely both); many newer ERP suppliers partner within open source community
ERP Industry applications strategy Wide span but primarily product supply chain Covers breadth of the industry classification codes A lot of standalone, unintegrated industry-centric point products Integrated industry centricity of its ERP offering in 25 major codes is key to SAP success in ERP Thousands of examples from companies such as Agresso, Compiere, HotWax, IFS, OpenBravo and XTuple mentioned in accompanying articles
ERP Platform Heavily AS/400-based .NET Different platform under each brand Solid modern middleware base for both brands Primarily use IBM or Microsoft middleware or LAMP/WAMP stack
ERP/SaaS Strategy Through partners Trying to build into major delivery method Not a major market goal of Oracle’s according to public statements; may be counting on NetSuite “off the books” Will take another run at NetWeaver-based SaaS, probably under the BusinessOne brand (given the failure of the Business By Demand service). Others have shied away from direct SaaS, most notably Lawson (whose CEO was not shy about it)

Dari komparasi di atas, susunlah studi literature secara berkelompok mengenai ERP di atas.

Dengan standar penulisan :

  1. Sumber tulisan/literature : min 3 sumber (dapat dari buku maupun web, jika sumber dari web tulisan alamat secara lengkap)
  2. Kerangka tulisan :
  • Pengantar/Latar Belakang
  • Lingkup bahasan
  • Isi/uraian bahasan
  • Simpulan
  • Daftar pustaka
  • Times new romans, 12
  • Spasi 1,5
  • Margin normal
  • Jumlah halaman : 10 – 15
  • Sertakan gambar/grafik/ilustrasi jika ada
  1. Format tulisan :

Times new romans, 12

  • Spasi 1,5
  • Margin normal
  • Jumlah halaman : 10 – 15
  • Sertakan gambar/grafik/ilustrasi jika ada

Jawaban

Strategi Dalam Menentukan ERP

Latar Belakang

Kompetisi pasar yang semakin ketat telah memunculkan lingkungan bisnis yang membuat perusahaan harus mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat, oleh karena itu

dibutuhkan integrasi data kedalam perusahaan. Pada akhirnya penggunaan Enterprise Resource Planning (ERP) di bisnis modern terus meningkat dikarenakan kemampuannya untuk mengintegrasikan alur material, keuangan, dan informasi dan mendukung fungsi bisnis. Suatu proyek ERP yang sukses melibatkan pengaturan perubahan proses bisnis, pemilihan aplikasi ERP dari vendor yang kooperatif, serta implementasi dan pengujian terhadap sistem baru tersebut. karena perusahaan ini ingin mengintegrasikan semua divisi dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem informasi yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari divisi penjualan, HRD, produksi dan keuangan. Meski kebutuhan tiap divisi itu berbeda namun ada satu syarat yang harus mampu dilakukan ERP seperti yang sudah dijelaskan diatas yaitu terintegrasi, jadi semua akan dibundling dalam satu system dan satu database.

Di sisi lain, kompleksitas lingkungan bisnis, terbatasnya ketersediaan sumber daya, dan keanekaragaman aplikasi ERP, membuat pemilihan sistem ERP menjadi sesuatu yang melelahkan dan menghabiskan waktu. Bila perusahaan ingin melakukan implementasi ERP dalam perusahaan, tentu saja perusahaan harus melakukan investasi, dan tentunya sangat mahal dan pilihan software ERP yang salah akan sangat merugikan perusahaan, ERP yang berhasil digunakan oleh sebuah perusahaan tidak menjadi jaminan berhasil di perusahaan yang lain. Dibutuhkan Perencanaan yang baik untuk menyeleksi software ERP yg tepat, bahkan dalam beberapa kasus yang ekstrim, evaluasi dalam memilih software ERP menghasilkan rekomendasi untuk tidak membeli software ERP, tetapi memperbaiki Business Process yang ada. Tidak ada ‘keajaiban’ dalam software ERP. Keuntungan yang didapat dari ERP adalah hasil dari persiapan

dan implementasi yang efektif. Selain itu, paket ERP komersial yang ada tidak dapat menyediakan suatu model bisnis yang cocok untuk tiap-tiap proses pada semua industri. Sehingga tidak ada perangkat lunak ERP tunggal yang dapat memenuhi semua kebutuhan perusahaan atau semua fungsi bisnis yang khusus.

Lingkup Bahasan

 

Tulisan ini dibuat untuk membantu dalam menentukan system ERP mana yang akan di gunakan. Karena setiap vendor memiliki fitur-fitur yang berbeda. Maka dibutuhkan strategi untuk memilihnya. Pada tulisan ini kita akan melakukan pembahasan terhadap dua system ERP yaitu SAP dan oracle.

Isi

Dalam memilih sotware ERP yang tepat berdasarkan metode Analytical Hierarchy Process, diperlukan suatu langkah-langkah yang tepat sehingga akan terpilih software yang benar-benar mempunyai value bagi perusahaan, berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan:

  1. Membentuk sebuah tim yang terdiri dari Manager dan tim peneliti yang mencari informasi yang berkaitan dengan Software ERP.

Langkah pertama adalah dengan membuat sebuah tim yang terdiri dari Manager dan tim peneliti yang mencari informasi mengenai software ERP, tim tersebut dibentuk dari diskusi dengan perusahaan. Tim yang terbentuk antara lain: Finance Manager, Production Manager, Human Resource Manager, Surveyor Data.

  1.  Identifikasi kriteria faktor software ERP dari informasi yang didapatkan dari point nomor satu.

Seperti Faktor Sistem: Faktor Sistem merupakan faktor yang berhubungan dengan sistem software ERP seperti fungsionalitas, fleksibilitas dan juga kehandalan software. Serta Faktor Vendor,  Faktor Vendor merupakan faktor yang berhubungan dengan vendor dari software dilihat dari segi reputasi software di dalam dunia industri.

  1.  Buat sebuah struktur kriteria dari identifikasi kriteria software ERP point nomor dua.

Menstrukturisasi kriteria sehingga tim proyek dapat mendeskripsikan secara mendetail kriteria dari software ERP, dan kemudian meng-extract kriteria tersebut sehingga didapat kriteria secara umum.

  1.  Extract kriteria-kriteria yang didapat dari point nomor tiga, sehingga didapat kriteria yang   mewakili masing-masing fungsi.

Setelah kriteria faktor sistem dan faktor vendor didapat, kemudian dilakukan extract dari kriteria faktor sistem dan factor vendor karena dalam metode AHP, pengambilan keputusan lebih dari sembilan kriteria akan menghasilkan keputusan yang tidak relevan. Oleh karena itu dilakukan ekstraksi dari kriteria faktor sistem dan faktor vendor sehingga didapat faktor yang mewakili dari semua. Untuk kriteria faktor sistem didapat enam kriteria yang mewakili faktor sistem secara keseluruhan, faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Implementation time

2. Total biaya

3. Functionality

4. User Friendliness

5. Flexibility

6. Reliability

Untuk faktor vendor didapat tiga kriteria yang mewakili faktor vendor secara keseluruhan, faktor-faktor tersebut antara lain:

1. Reputation

2. Technical Capability

3. Service

  1.  Lakukan penyaringan terhadap vendor Software ERP Wire.

Setelah kriteria faktor sistem dan faktor vendor didapatkan, langkah berikutnya adalah melakukan penyaringan terhadap software ERP.

  1.  Setelah point satu sampai point lima dilakukan, kemudian evaluasi sistem ERP dengan menggunakan metode AHP menggunakan software expert choice yang didapat dari hasil survey dan wawancara.

Sebelum menyebarkan kuisioner, disusun perangkat pengumpulan data, membuat hirarki keputusan pemilihan jaringan akses, dari kriteria/subkriteria yang telah ditetapkan, dibuat hirarki keputusan pemilihan software ERP yang tepat.

  1. Setelah sistem ERP dievaluasi dengan menggunakan metode AHP, hasil software ERP yang dipilih dari tiap bagian diberikan kepada setiap Manager.

Berikut comparison software ERP untuk SAP dan Oracle:

Oracle

Aplikasi: Oracle E-Business Suite Special Edition, sebuah paket aplikasi bisnis yang lengkap dan pre-configured yang memungkinkan pengelolaan seluruh fungsi bisnis inti secara efisien, seperti interaksi pelanggan, pengelolaan finansial, sumber daya manusia dan pengelolaan rantai pasokan. Arsitektur terbuka Oracle memungkinkan pelanggan untuk mengembangkan aplikasi sebagai modul individual, alur bisnis atau paket terintegrasi.

Produk teknologi: Oracle Database Standard Edition dan oracle Database Standard Edition One, database terdepan dunia yang dirancang untuk dapat dibangun secara efektif di atas apapun mulai dari server blade yang kecil sampai dengan server SMP yang terbesar dan clusters ukuran apapun. Oracle Database 10g menonjolkan kemampuan operasional yang mudah dan ekonomis.

Kemampuan khas dari Oracle Database 10g untuk mengelola seluruh data dari informasi bisnis lama sampai dengan dokumen XML dan informasi spatial / terlokasi membuat Oracle Database 10g pilihan ideal untuk mendukung Online Transaction Processing (Proses Transaksi Online), Decision Support (Dukungan Keputusan) dan Content Management Applications (Aplikasi Pengelolaan Konten).

Oracle Application Server Standard Edition, sebuah platform piranti lunak yang berbasis standard dan terintegrasi memungkinkan perusahaan ukuran apapun untuk lebih responsif terhadap kebutuhan bisnis yang kerap berubah, memungkinkan perusahaan untuk mengembangkan dan mengelola aplikasi dalam lingkungan Java 2 Enterprise Edition (J2EE) dan grid computing dan Oracle Collaboration Suite, produk kolaborasi kelas enterprise pertama yang meningkatkan sebuah relational database dan application server yang menawarkan sebuah jalan yang aman, handal dan scalable untuk menyederhanakan komunikasi bisnis dan mengkonsolidasi informasi.

Kelemahan yang dimiliki Oracle adalah struktur aplikasi yang hanya untuk perusahaan yang berbasis web dengan hanya memiliki satu jenis yaitu ERP, pangsa pasar untuk kalangan atas karena harga lisensi yang mahal namun Oracle compatible dengan windows, Mac OS X dan Linux.

Keunggulan :

  1. Client /server environment. Oracle berjalan di jaringan komputer. Oracle memisahkan proses antara database server dan aplikasi client. Server yang terinstal Oracle bertanggung jawab menangani proses database, sementara client/workstation yang menjalankan aplikasi hanya berkonsentrasi menampilkan data. Struktur ini akan mengurangi kemacetan jaringan.
  2. Ukuran database yang besar dan pengaturan space Oracle mendukung ukuran database yang sangat besar hingga jumlahnya terabyte. Oracle juga mendukung pengaturan penggunaan space pada harddisk, sehingga ruangan harddisk termanfaatkan secara efisien.
  3. Multiuser. Oracle mendukung pelayanan banyak user, yang terkoneksi pada waktu yang sama, dan mengakses data yang sama. Dengan fasilitas ini , Oracle mampu menghindari konflik data secara baik.
  4. Connectibility. Oracle dapat menggunakan berbagai sistem operasi dalam suatu jaringan untuk mengakses data.
  5. Hight transaction processing performance. Oracle dapat mengatur sistem agar pemrosesan data dapat berjalan dengan cepat walaupun jumlah transaksi sangat banyak pada suatu waktu.
  6. Availability. Oracle dapat menjalankan database secara terus menerus, 24 jam sehari. Pemisahan sistem komputer dan proses backup dapat dilakukan secara on line, tanpa harus mematikan database.
  7. Manajemen Keamanan yang baik. Oracle menghindari akses database dari pihak-pihak yang tidak diinginkan. Oracle memiliki fitur yang baik untuk membatsi dan memonitor akses data.
  8. Database enforced integrity. Oracle mempunyai kontrol untuk mengendalikan data mana saja yang dapat diterima database. Tidak perlu membuat kode dibanyak aplikasi, cukup di satu database Oracle.
  9. Portabilitas. Oracle dapat berjalan diberbagai sistem operasi, baik Linux, Windows, Unix, dan masih banyak lagi. Aplikasi yang menggunakan data Oracle dapat dengan mudah mengakses data Oracle yang berjalan di sistem apapun.
  10. Distributed system. Oracle dapat memisahkan databasenya dalam komputer-komputer yang secara fisik terpisah, namun secara logis terlihat seerti satu database.

Replicant environment. Oracle mampu menduplikasi database object dalam lokasi server yang berbeda-beda. Hal ini sangat membantu jika salah satu server rusak, server lain dapat langsung menggantikan fungsinya.

Kelemahan

  1. Oracle merupakan DBMS yang paling rumit dan paling mahal
  2. terlalu sulit untuk digunakan dan terlalu lambat

SAP

Adalah sebuah pengembangan perangkat lunak perusahaan multinasional dan konsultasi, yang menyediakan aplikasi software enterprise dan dukungan bisnis dari semua ukuran global. Berkantor pusat di Walldorf, Jerman, dengan kantor regional di seluruh dunia, SAP adalah perusahaan perangkat lunak terbesar di Eropa dan perusahaan perangkat lunak terbesar keempat di dunia pada 2009. Perusahaan terkenal Produk ini perusahaan SAP Enterprise Resource Planning software

SAP didirikan pada tahun 1972 sebagai Systemanalyse und Programmentwicklung (“Sistem Analisis dan Program Pembangunan”) oleh lima mantan IBM insinyur di Mannheim, Baden-Württemberg ( Dietmar Hopp, Hans-Werner Hector, Hasso Plattner , Klaus E. Tschira, dan Claus Wellenreuther).

SAP memfokuskan pada enam sektor industri: industri proses, industri diskrit, industri konsumen, industri jasa, jasa keuangan, dan pelayanan publik. Ia menawarkan dari 25 industri solusi portofolio lebih untuk perusahaan besar dan lebih dari 550 mikro-vertikal solusi bagi perusahaan menengah dan usaha kecil.

Produk utama perusahaan adalah SAP ECC . Versi saat ini adalah SAP ECC 6.0 dan merupakan bagian dari SAP Business Suite. sebelumnya nama nya adalah R / 3. “R” dari SAP R / 3 berdiri untuk realtime – meskipun bukan merupakan solusi secara realtime. Angka 3 terkait dengan arsitektur 3 lapis : database , server aplikasi dan klien (SAPgui). R / 2, yang berjalan pada sebuah mainframe arsitektur, merupakan pendahulunya R / 3. Sebelum R / 2 System RF datang, kemudian dijuluki R / 1.

SAP ECC adalah salah satu dari lima aplikasi enterprise di SAP Business Suite. Empat lainnya aplikasi adalah:

  • customer relationship management (CRM) – membantu perusahaan mendapatkan dan mempertahankan pelanggan, keuntungan pemasaran dan wawasan pelanggan
  • product lifecycle management (PLM) – membantu produsen-informasi terkait dengan produk
  • supply chain management (SCM) – membantu perusahaan dengan proses manufaktur resourcing dan proses layanan
  • supplier relationship management (SRM) – memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan dari pemasok

Sementara produk aslinya yang biasanya digunakan oleh Fortune 500. SAP saat ini juga aktif menargetkan usaha menengah dan kecil (UKM) dengan perusahaan SAP Business One dan SAP Business All-in-One. Tanggal 19 September 2007 SAP mengumumkan sebuah produk baru bernama SAP Business ByDesign. SAP Business ByDesign adalah Software sebagai Service (SaaS) menawarkan, dan menyediakan terintegrasi Enterprise Resource Planning (ERP) solusi, On Demand.

Kelebihan yang dimiliki SAP antara lain compatible dengan Windows, Mac OS X dan Linux, struktur dengan basis web dan atau non web namun, aplikasi SAP hanya banyak digunakan kalangan menengah ke bawah.

Keunggulan :

  1. Merupakan suatu nilai tambah yang memiliki nilai yang tinggi, dimana perusahaan bisa menggabungkan dan mengembangkan semua aplikasi yang ada dan dibutuhkan perusahaan.
  2. SAP menghubungkan semua lini produksi dan seluruh departement di perusahaan. SAP r/3 merupakan software yang sangat dinamis, dimana semua menu dan tampilan program dapat di-costumaze menggunakan bahasa pemrograman ABAP sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  3. Keunggulan SAP dikarenakan memiliki modul terintegrasi dan bisa dipecah-pecah sesuai kebutuhan.
  4. Salah satu keunggulan SAP r/3 yg lainnya adalah pembuatan user interface menggunakan bahasa pemrograman yang lainnya seperti JAVA, PHP, Visual Basic, ASP, VB.net, Lotus Script, Delphi dan sebagainya.

Kelemahan :

  1. Biaya yang mahal
  2. Kelemahan SAP dalam implementasinya adalah kelengkapan data entry dan batas waktunya yang menuntut kedisiplinan usernya.

Simpulan

SAP menekankan pada Suplly Chain Management dan manufacturing management, karena berusaha membantu produsen dalam menyalurkan barang yang diproduksi dan membantu dalam R & D. Bahkan, perusahaan SAP telah memiliki anak perusahaan yang tersebar diseluruh dunia, tujuannya untuk memenuhi kebutuhan negara-negara di dunia untuk membantu mengembangkan usahanya sedangkan Oracle lebih menekankan pada Customer/Product management, karena Oracle menyediakan software yang berguna dalam membantu perusahaan dalam memasarkan produk yang dihasilkan.

Daftar Pustaka

http://florentinawidita.wordpress.com/2010/04/20/erp-oracle-axapta-sap/

http://angelaasianimuraya.wordpress.com/2010/04/20/perbandingan-axapta-oracle-dan-sap/

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Undergraduate-5148-5204100012-bab1.pdf

http://dika-regina.blogspot.com/2010/04/perbandingan-antara-microsoft-axapta.html

Save to PDF

Permalink 1 Comment

Week 1 – Tugas Kelompok 1 – 0594M

9 May 2011 at 22:56 (Enterprise System)

Minggu 01 – Concepts Functionality, and Cost Effectiveness of ERP

Make mini-project: find the “example company” for IS approach. (i.e. ERP implementation, SCM and/or CRM application implementation, etc. to solved some problems or for business expansion.)

Format:

–        Company Background

–        Legacy System / Procedure

–        Symptoms and Problem

–        System Solution

–        Company Impact

–        Conclusion

This only direction, group can make another suitable format.

Jawaban

Implementasi ERP pada Bank Ekonomi

1.1  Company Profil

Bank Ekonomi didirikan pada tanggal 8 Maret 1990, Bank Ekonomi dinyatakan oleh Bank Indonesia sebagai bank yang sehat selama 24 bulan berturut-turut sejak pembukaan dan tetap bertahan hingga saat ini. Karena hasil evaluasi yang baik, maka pada tahun 1992, Bank Ekonomi berhasil mengakreditasi status menjadi Bank Devisa sehingga bentuk pelayanan kepada masyarakat semakin dapat diperluas dan dikembangkan.

Pada usia yang ke-19, Bank Ekonomi telah memiliki jaringan kantor cabang dan cabang pembantu sebanyak 92 kantor yang tersebar di 27 kota, seperti : Jakarta, Bekasi, Tangerang, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Kudus, Yogyakarta, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Medan, Rantau Prapat, Batam, Palembang, Pekanbaru, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Makassar, Manado, Banjarmasin, Balikpapan, Pontianak, Samarinda, dan Denpasar.

Saat ini Bank Ekonomi telah berhasil meningkatkan pelayanan dengan On Line System ke seluruh cabang atau capem dan penyediaan fasilitas ATM yang tersebar di seluruh lokasi strategis. Bank Ekonomi juga bekerja sama dengan jaringan ATM ALTO dan jaringan ATM PRIMA serta Debit PRIMA. Bank Ekonomi juga menyediakan fasilitas phone banking dan internet banking. Yang semuanya itu ditujukan untuk kepuasan nasabah Bank Ekonomi. Pada tahun 2006 menjadi Bank Ekonomi salah satu dari 6 Bank yang mendapatkan “Superbrands Indonesia”, masuk nominasi “Bank Terbaik 2006″ Versi Harian Bisnis Indonesia dan merupakan Bank Berpredikat “Sangat Bagus” dari majalah InfoBank.

Pada tanggal 22 Mei 2009, HSBC Asia Pacific Holdings (UK) Limited telah berhasil menyelesaikan akuisisi 88.89% dari kepemilikan Bank Ekonomi. Pada hari ini, Bank Ekonomi sudah resmi menjadi anggota dari Grup HSBC, yang memiliki lebih dari 9500 kantor di 86 negara dan teritori dengan aset US$ 2.527 miliar (tertanggal 31 Desember 2008), yang sekarang ini merupakan salah satu institusi perbankan dan layanan keuangan internasional terbesar di dunia.

Jajaran Manajemen Bank Ekonomi terus berusaha untuk meningkatkan sinergi perusahaan dan tetap melakukan inovasi-inovasi dan terobosan dalam mempertahankan posisi Bank Ekonomi sebagai bank swasta nasional yang solid dan aman.

1.2  Konsep Dasar penerapan ERP

ERP merupakan Sistem Informasi untuk mengidentifikasi dan merencanakan sisi sumber daya yang dibutuhkan perusahaan untuk digunakan, dibuat, dikirim, dan dihitung secara efisien dan dapat merespon kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Konsep ERP dapat dijalankan dengan baik, jika didukung aplikasi dan infrastruktur komputer baik perangkat keras dan perangkat lunak, sehingga pengolahan dapat dilakukan dengan mudah.

ERP terdiri atas paket software komersial yang menjamin integrasi yang mulus atas semua aliran informasi di perusahaan, meliputi keuangan, akuntansi, SDM, rantai pasok, dan informasi konsumen. ERP merupakan paket sistem informasi yang dapat dikonfigurasi dan mengintegrasikan informasi serta proses yang berbasis informasi didalam, dan lintas fungsional dalam sebuah organisasi. ERP juga merupakan sistem satu basis data, satu aplikasi dan satu kesatuan antarmuka di seluruh enterprise.

Dua komponen utama dari suatu sistem ERP adalah Common database dan modular software design. Common database adalah sistem yang memungkinkan setiap departemen dari perusahaan untuk menyimpan dan mengambil informasi secara real-time. Menggunakan database memungkinkan informasi umum agar lebih handal, dapat diakses, dan mudah dipakai bersama-sama. Perangkat lunak desain modular (modular software design) adalah berbagai program yang dapat ditambahkan pada individu dasar untuk meningkatkan efisiensi usaha.

Melalui penerapan ERP, lead time dapat ditekan sehingga pengiriman akan lebih terjamin tepat waktu, persediaan di seluruh “Pipeline dalam Supply Chain” dapat ditekan. Dengan demikian, biaya produksi dan distribusi dapat ditekan dan pada gilirannya, pangsa pasar dapat ditingkatkan secara signifikan. Adopsi dan implementasi ERP untuk tahap pertama mengintegrasikan proses bisnis :

  1. Perencanaan produksi dan pengendalian persediaan
  2. Penjualan distribusi
  3. Pembelian (Logistic – Purchasing)
  4. Keuangan (Finance Accounting)
  5. Cost center

Sistem ERP memberikan kepada organisasi penggunanya suatu model pengolahan transaksi yang terintegrasi dengan aktivitas di unit lain dalam organisasi, contohnya integrasi antara produksi dengan sumber daya manusia. Dengan mengimplementasikan proses bisnis standar perusahaan dan database tunggal (single database) yang mencakup keseluruhan aktivitas dan lokasi di dalam perusahaan, ERP mampu menyediakan integrasi di antara aktivitas dan lokasi tersebut. Sebagai hasilnya, sistem ERP dapat mendorong ke arah kemampuan decision-making yang lebih baik dengan parameter yang terukur secara kuantitatif, seperti misalnya penurunan inventory level, pengurangan personel, percepatan pengolahan laporan keuangan, dan lain-lain.

1.3  Implementasi ERP pada Bank Ekonomi

Popularitas istilah ERP sebagian besar disebabkan oleh para penjual perangkat lunak aplikasi sistem informasi perusahaan. Salah satu perusahaan yang menerapkan system ERP adalah Bank Ekonomi. Dengan mengimplementasikan SAP ERP HCM, Bank Ekonomi ingin mengubah sistem manualnya dengan mengubah HR sebagai mitra strategi yaitu menggabungkan aktivitas HR dengan tujuan organisasi/perusahaan. Sistem manual yang mereka gunakan saat ini tidak mampu lagi mendukung pertumbuhan bisnis perusahaan yang kian pesat, sistem manual yang ada hanya berfungsi sebagai asisten administrasi, padahal mereka membutuhkan sistem HR yang dapat memberikan manfaat nyata bagi jajaran manager sehingga menyebabkan proses pengelolaan HR berjalan tidak efektif, hal ini dinyatakan oleh Valent Kutratio, Kepala Pengembangan Organisasi Bank Ekonomi.

Untuk mengatasi hal tersebut, mereka memerlukan peningkatan terhadap aksesbilitas informasi, agar perusahaan dapat melakukan kontrol dan mengelola transaksi harian HR di berbagai wilayah dan unit kerja, mampu menyediakan laporan manajemen tingkat tinggi yang sangat diperlukan untuk memberikan arahan yang lebih baik bagi organisasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Implementasi solusi tersebut ditujukan untuk meningkatkan keterbukaan informasi, kontrol manajemen, standarisasi proses, akurasi dan efisiensi data dengan berbasiskan pada fungsi yang menyeluruh dan reputasi internasional yang ditawarkan solusi SAP tersebut. Solusi SAP ERP Human Capital Management (SAP ERP HCM) merupakan solusi HCM lengkap dan terintegrasi, yang memberikan kepada organisasi/perusahaan suatu alat untuk mengelola aset terpenting perusahaan, yaitu karyawan. Solusi ini juga mempermudah para eksekutif, manager sumber daya manusia (HR) dan jajaran manager untuk merekrut tenaga kerja terbaik di bidangnya, melakukan pelatihan dan mengembangkan keahlian para tenaga kerja mereka.

SAP ERP Human Capital Management (SAP ERP HCM) menyediakan fitur dan fungsi untuk membantu user dalam mengelola proses bisnis berikut :

  1. Pelayanan end-user, memungkinkan pengiriman layanan ERP bisnis bersama-sama dengan konten ke seluruh organisasi dan seterusnya. Pengguna akhir proses bisnis pelayanan end-user memberikan beberapa pilihan untuk mengakses layanan ERP, tergantung pada situasi mereka, preferensi mereka, dan konteks bisnis.
  2. Workforce analisis, wawasan mengenai ketepatan waktu tenaga kerja memungkinkan organisasi untuk memperoleh manfaat sepenuhnya dari strategi modal manusia dan mengukur kontribusi tenaga kerja
  3. Kemampuan Proses mulai dari perekrutan melalui pelatihan, pengembangan, dan retensi. Menemukan orang yang tepat, menempatkan bakat terbaik untuk menggunakan, menyelaraskan tujuan karyawan dengan tujuan perusahaan, memaksimalkan dampak pelatihan, dan mempertahankan berkinerja puncak. Dengan ERP SAP HCM, perusahaan dapat mengembangkan dan menggunakan bakat lebih cepat dan fleksibel dibandingkan sebelumnya. Solusi mendukung dan mengintegrasikan semua proses manajemen bakat sehingga perusahaan dapat menarik, mendapatkan, mendidik, dan mengembangkan bakat; mengidentifikasi dan tumbuh pemimpin masa depan, dan menyelaraskan dan memotivasi bakat dengan tujuan perusahaan
  4. Proses tenaga kerja Dengan ERP SAP HCM, perusahaan dapat membakukan dan mengkonsolidasikan semua tenaga kerja yang berhubungan dengan proses dan data ke dalam satu platform, sambil memastikan kepatuhan terhadap peraturan dan undang-undang setempat. Solusinya adalah dibangun di atas platform global disesuaikan untuk negara-spesifik kepatuhan hukum dan praktik terbaik sehingga dapat beroperasi dengan bahasa lokal, mata uang, praktik terbaik, dan persyaratan peraturan dalam fasilitas di seluruh dunia.
  5. Penyebaran tenaga kerja, menempatkan orang yang tepat dengan keterampilan yang tepat untuk posisi yang tepat pada waktu yang tepat. Membuat tim proyek berdasarkan keterampilan dan ketersediaan, memonitor kemajuan proyek, melacak waktu, dan menganalisa hasil pengambilan keputusan strategis. Dengan penggunaan ERP SAP HCM untuk menugaskan pekerja untuk pekerjaan yang tepat, proyek, dan tim, menyatukan manajemen sumber daya, pelaksanaan proyek, dan keterampilan manajemen dan optimal, jadwal call center staf.

Secara umum yang yang terlihat langsung dalam implementasi proses ERP adalah key user, untuk menggambarkan dan menentukan kebutuhan apa yang diperlukan oleh perusahaan

Gambar Implementasi ERP

1.1  Manfaat dan Kegagalan ERP

ERP merupakan software yang ada dalam organisasi/perusahaan yang memiliki manfaat untuk :

  1. Menawarkan sistem terintegrasi di dalam perusahaan, sehingga proses dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
  2. Memungkinkan melakukan integrasi secara global.
  3. Menghilangkan kebutuhan pemutakhiran dan koreksi data seperti yang terjadi pada sistem yang terpisah.
  4. Memungkinkan manajemen mengelola operasi dan tidak memonitor saja dan lebih mampu menjawab semua pertanyaan yang ada.
  5. Membantu melancarkan pelaksanaan manajemen rantai pasok serta memadukannya.
  6. Memfasilitasi hubungan komunikasi secara internal dan eksternal dalam dan luar organisasi.
  7. Dapat menurunkan kesenjangan antara pemrograman dengan cara perawatan sistem yang sah.
  8. Dapat menurunkan kompleksitas aplikasi dan teknologi

 

Selain manfaat yang ditawarkan, ERP juga dapat mengalami kegagalan apabila pengembangannya tidak sesuai dengan kondisi perusahaan. Berikut ini beberapa faktor penyebab kegagalan dalam pengembangan ERP :

  • Waktu dan biaya implementasi yang melebihi anggaran
  • Pre-implementation tidak dilakukan dengan baik
  • Strategi operasi tidak sejalan dengan business process design dan pengembangannya
  • Orang-orang tidak disiapkan untuk menerima dan beroperasi dengan sistem yang baru

Peneliti yang meneliti tentang pencapaian kesuksesan implementasi ERP dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pada Tabel 1 berikut :

Penelitian yang melihat dari faktor kegagalan implementasi ERP antara lain Xue, et al. (2005) mengatakan bahwa budaya organisasi, lingkungan organisasi, faktor teknis merupakan faktor kegagalan implementasi ERP. Penelitian ini dilakukan pada 5 perusahaan di Cina yakni perusahaan kosmetik, parmasi, elektronik, furniture, pertambangan. Hasil survey Robbin-Giowa di perusahaan Amerika pada tahun 2001 didapatkan hanya 51 % yang mengalami kegagalan implementasi ERP (IT Cortex, 2003), berbeda dengan di Cina yang diperkirakan tingkat keberhasilan implementasi ERP sebesar 10 % yang disampaikan oleh Zhang et al. 2003. Griffith et al., (1999) melaporkan bahwa tiga per empat proyek ERP telah dipastikan akan gagal dalam implementasi di perusahaan. Olhager dan Selldin (2003) menyatakan bahwa 83,6 % perusahaan di Swedia mengimplementasikan ERP, 9 % sedang implementasi dan 11 % sama sekali tidak berencana untuk implementasi ERP berdasarkan hasil survey terhadap 158 perusahaan.

1.1  Kesimpulan

Dengan solusi pengembangan ERP, Bank Ekonomi dapat mengakses informasi yang tepat dengan real time, dapat terhubung dengan banyak orang secara real time dan solusi SAP juga mampu mengintegrasikan proses end-to-end secara ringkas. Mereka juga bisa mendapatkan visibilitas secara mendalam di dalam organisasi dan mampu memenuhi kebutuhan global serta persyaratan legal, termasuk kepatuhan dengan Peraturan Pajak Indonesia.

Namun, kegagalan pengembangan ERP juga bisa saja terjadi apabila perusahaan mengabaikan strategi pengembangan system ERP tersebut. Bukan hanya masalah biaya namun SDM nya pun perlu diperhatikan untuk menerapkan system tersebut.

Sumber :

http://vhyo17.blogspot.com/2010/11/erp-di-bank-ekonomi.html

http://iniputri.blog.uns.ac.id/files/2010/05/paper-manajemen-dan-ti.pdf

http://fportfolio.petra.ac.id/user_files/04-017/Pengaruh%20key%20user,%20terhadap%20kinerja%20perusahaan%20pada%20implementasi%20teknologi%20ERPI.pdf

 Save to PDF

Permalink Leave a Comment

Week 9 – Tugas Individu 9 – 0594M

9 May 2011 at 22:52 (Enterprise System)

MInggu 09 – Implementing Successive Releases of ERP Systems

Self-Assignment
Pert 9

1.Jelaskan perbedaan new version, minor upgrade dan major upgrade?
2.Jelaskan apa yang Anda pahami mengenai software standard, berikan contoh salah standar yang Anda ketahui
3.Jelaskan faktor apa saja yang menentukan suksesnya implementasi ERP

Jawaban

  1. Perbedaan new version, minor upgrade dan major upgrade adalah

New Version

Release terbaru dari sebuah software tersendiri, itu berarti vendor baru saja merilis versi yang terbaru yang benar-benar berbeda dari versi yang ada pasaran dan yang telah dipasarkan sebelumnya.

Minor upgrade

Instalasi minor upgrade terhadap aplikasi yang sudah ada akan berakhir sampai dengan major upgrade secara efektive meng-uninstall  instalasi yang sudah ada dari sebuah produk dan selanjutnya akan menginstal produk dengan versi yang terbaru. Fungsionalitas yang diperlukan untuk menginstal upgrade minor adalah setup.exe installation launcher.  yang harus disertakan dalam rilis agar minor upgrade untuk bekerja dengan baik. Instalasi ditetapkan pada saat pembangunan, dan juga akan digunakan untuk melakukan validasi upgrade. Dalam membangun juga akan memverifikasi bahwa instalasi direferensikan memang dapat diperbarui menggunakan upgrade minor.

Major Upgrade

Sebuah major upgrade secara efektif akan menghapus instalasi yang sudah ada dari suatu produk, dan kemudian menginstal versi produk terbaru. Sebuah major upgrade sesuai untuk perubahan arsitektur instalasi substansial yang mungkin atau mungkin tidak mengubah nomor versi utama produk (seperti mengupgrade versi 1.1.0 ke versi 2.0.0). Sebuah major upgrade diperlukan jika salah satu dari berikut ini terpenuhi:

-          Proyek upgrade berisi komponen baru dalam fitur yang ada.

-          Sebuah komponen yang sudah ada seperti properti kode komponen telah berubah, atau komponen telah dihapus dari list produk.

-          Sebuah fitur yang ada telah dipindahkan di list produk, atau dihapus dari list produk.

-          Nama dari file .msi telah berubah.

  1. Software standar adalah suatu perangkat lunak yang dibangun dengan feature-feature minimum sehingga akan menghemat bagi konsumen untuk dapat membelinya sesuai dengan kebutuhan. Contoh software standar adalah Microsoft office Basic yaitu hanya terdapat feature Ms. Excel, Ms. Word, Ms. Outlook.  Tetapi jika menggunakan Microsoft office Small Business tentu akan ada tambahan feature seperti Ms. Power Point dan tentunya jika menggunakan Microsoft office Professional akan ada tambahan feature seperti Ms. Access, Ms. Publisher, Ms. InfoPath. Contoh lain adalah Ms. Windows XP Home Edition jika ingin menggunakan full featurenya dapat menggunakan  Ms. Windows XP Proffesional.
  1. Factor-faktor sukses dalam implementasi ERP:
  1. Faktor Organization, hendaknya perusahaan meningkatkan komitmen mereka terhadap sistem ERP, meningkatkan program education, dan mengatur program training yang mencukupi.
  2. Faktor People, hendaknya perusahaan memperhatikan kualitas SDM-nya dengan meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan dalam mengaplikasikan sistem ERP mereka lewat program-program training.
  3. Faktor Data, hendaknya perusahaan memperhatikan penelolaan data dengan memperbaiki struktur data, dan sistem penyimpanan data baik data berupa master files atau transactional files.
  4. Faktor Process, hendaknya perusahaan meningkatkan pengelolaan sistem ERP dengan cara menyesuaikan sistem ERP dengan perkembangannya dan proses bisnis perusahaan agar fungsi-fungsi yang ada dalam sistem ERP dapat dimanfaatkan secara maksimal.
  5. Faktor Technology, meskipun sekarang ini telah memiliki teknologi canggih, hendaknya perusahaan mengikuti perkembangan teknologi agar dapat lebih meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam mengaplikasikan sistem ERP seperti meningkatkan kwalitas hardwarenya.

Save to PDF

Permalink Leave a Comment

Week 8 – Tugas Individu 8 – 0594M

9 May 2011 at 22:50 (Enterprise System)

Minggu 08 – The Supply Chain of ERP Products

Self-Assignment
Pert 8

1.Sebutkan keuntungan apa saja yang diharapkan akan didapat oleh perusahaan saat menerapkan ERP?
2.Sebutkan keuntungan apa saja yang didapatkan oleh perusahaan saat mnerapkan ERP?
3.Apa yang dimaksud dengan ROI?

Jawaban

  1. Keuntungan yang didapatkan perusahaan dalam menerapkan ERP adalah
  1. Integrasi Data Keuangan

Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan perusahaan dengan lebih baik

  1. Standarisasi Proses Operasi

Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas produk

  1. Standarisasi Data dan Informasi

Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, terutama untuk perusahaan besar yang biasanya terdiri dari banyak business unit dengan jumlah dan jenis bisnis yg berbeda-beda

  1. Akses informasi yang dapat dipercaya

DBMS, konsistensi dan akurasi data yang diinput, repot yang ditingkatkan

  1. Menghindari redundansi dari pemasukan data dan operasi

Modul-modul yang mengakses data yang sama dari database yang terpusat sehingga  menghindari pemasukan data yang berkali-kali

  1. Mengurangi  jeda waktu penampilan informasi dan laporan

Meminimasi proses penarikan dan penampilan data. Dengan sekali klik, laporan dapat ditampilkan tanpa harus mencari-cari sumber data dan memanipulasinya lagi.

  1. Pengurangan biaya

Penghematan waktu, peningkatan control dan decision support system dengan analisis skala enterprise

  1. Peningkatan skalabilitas

Desain yang terstruktur dan modular

  1. Akses oleh dunia luar

Modul CRM dan EDI

  1. Yang dimaksud ROI dalah Return On Invesment, teknik analisa yang lazim digunakan untuk dapat mengukur kemampuan efektifitas dari seluruh operasi perusahaan dengan keseluruhan atau salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang tertanam dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan.

ROI tidak mengindikasikan berapa lama suatu investasi dikelola. Bagaimanapun, ROI paling sering dinyatakan sebagai suatu tingkat pengembalian tahunan, dan paling sering dinyatakan untuk suatu tahun fiskal atau penanggalan.

Kegunaan ROI adalah

-          Sebagai salah satu kegunaannya yang prinsipil ialah sifatnya yang menyeluruh

-          Untuk membandingkan efisiensi penggunaan modal pada perusahaan dengan dengan perusahaan lain yang sejenis

-          Untuk mengukur efisiensi tindakan yang dilakukan oleh divisi atau bagian

-          Untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan oleh perusahaan

-          Berguna untuk keperluan perencanaan

  1. Keuntungan yang diharapkan akan didapat saat menerapkan ERP adalah:

-          Penurunan inventori.

-          Penurunan tenaga kerja secara total.

-          Peningkatan service level.

-          Peningkatan kontrol keuangan.

-          Penurunan waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan informasi.

-          Dapat mengintegrasikan berbagai informasi yang ada menjadi suatu struktur tunggal.

-          Informasi yang terintegrasi menjadi struktur yang tunggal tersebut dapat mengurangi biaya informasi yang dikeluarkan dan mendukung pelaksanaan operasi yang lebih efisien.

-          Dapat mengolah data secara akurat dan cepat sehingga dapat mendukung proses pengambilan keputusan bisnis.

Save to PDF

Permalink Leave a Comment

Week 7 – Tugas Individu 7 – 0594M

9 May 2011 at 22:47 (Enterprise System)

Minggu 07 – Market Demand for ERP and CRM

Tugas Pertemuan 7

1.Jelaskan perbedaan antara CRM dan E-CRM?
2.Jelaskan apa perbedaan dan hubungan yang paling jelas antara CRM dan ERP!

Jawaban

  1. Perbedaan CRM dan E-CRM

-          Customer contacts:  pada CRM hubungan dengan konsumen dilakukan melalui telepon, toko eceran, dan fax sedangkan pada E-CRM semua metode tradisional yang digunakan selain untuk internet, email, nirkabel, dan teknologi PDA

-          System Interface: pada CRM menerapkan penggunaan sistem ERP, penekanan pada back-end sedangkan pada E-CRM diarahkan lebih ke arah front end, yang berinteraksi dengan back-end melalui penggunaan sistem ERP,  gudang data, dan data mart.

-          System overhead (client computers): pada CRM klien harus men-download berbagai aplikasi untuk melihat aplikasi web. Dan harus membuat ulang untuk platform yang berbeda. Sedangkan pada E-CRM tidak memiliki persyaratan ini karena klien menggunakan browser.

-          Customization and Personalization of Information: pada CRM tampilan berbeda berdasarkan audience dan tampilan pribadi tidak tersedia. Personalisasi Individu membutuhkan perubahan program. Sedangkan pada E-CRM personalisasi tampilan individu berdasarkan sejarah pembelian dan preferensi. Individu memiliki kemampuan untuk menyesuaikan tampilan.

-          System Focus: pada CRM Sistem (dibuat untuk penggunaan internal) dirancang berdasarkan fungsi kerja dan produk. Aplikasi web yang dirancang untuk sebuah departemen tunggal atau unit bisnis sedangkan pada E-CRM Sistem (dibuat untuk penggunaan eksternal) dirancang berdasarkan kebutuhan pelanggan. Aplikasi Web yang dirancang untuk digunakan enterprise-wide.

-          System Maintenance and Modification: pada CRM Lebih banyak waktu yang dibutuhkan dalam pelaksanaan dan pemeliharaan yang lebih mahal karena sistem yang ada pada lokasi yang berbeda dan diberbagai server sedangkan pada E-CRM pengurangan waktu dan biaya. Implementasi dan pemeliharaan dapat dilakukan di satu lokasi dan pada satu server

  1. Perbedaan antara CRM dan ERP adalah dari sisi teknologinya, CRM merupakan fase ketiga setelah ERP. Dimana ERP adalah sebuah teknologi untuk mengubah data menjadi informasi dan mengintegrasikan penuh seluruh departemen yang ada dalam perusahaan. Fokusnya meningkatkan efisiensi secara internal. Sedangkan CRM adalah strategi bisnis dalam suatu perusahaan yang memanfaatkan kelebihan-kelebihan ERP untuk diterapkan kepada customers, dimana seluruh karyawan perusahaan yang terlibat dalam pelayanan terhadap customers diberikan akses informasi penuh. Fokusnya efektifitas secara eksternal.

Hubungan antara CRM dan ERP adalah mengintegrasikan organisasi yang mempunyai inisatif mengenai ERP yang lebih efektif untuk melihat bagaimana pola pembelian konsumen mempengaruhi pemanufakturan, sumber daya manusia, keuangan, dan rencana jangka panjang. Pada waktu yang sama, ada peminatan yang diperbaharui yang muncul dalam beberapa area seperti manajemen pengetahuan dan kecerdasan bisnis.

Save to PDF

Permalink Leave a Comment

Week 6 – Tugas Individu 6 – 0594M

9 May 2011 at 22:45 (Enterprise System)

Minggu 06 – Contributions of ERP and the Vulnerability of the Internet Supply Chain

Self-Assignment
Pert 6

1.Apa yang Anda ketahui tentang B2B, B2C dan C2C.

Berikan uraian mengenai ketiga hal tersebut dan perbedaannya masing-masing dalam penerapannya pada perusahaan.

2. Uraikan secara jelas mengenai alasan mengapa perusahaan menerapkan E-SCM dan benefit apa yang dapat diperoleh perusahaan dengan penerapan tersebut.

Tugas diatas dibuat dalam bentuk tulisan sederhana. (tambahkan daftar pustaka / referensi yang mendasari tulisan Anda).

Jawaban

MANFAAT e-SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

Struktur dan Klasifikasi e-Commerce

Business-to-Business (B2B ) adalah merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi secara elektronik antar perusahaan yang dilakukan secara rutin dan dalam kapasitas produk yang besar. Contoh perusahaan yang telah menerapkan B2B adalah Cisco, stock exchange, Bursa Efek, Rafless Hotel.

Karakteristik B2B:

-          Parties to the transaction : Seller, Buyers and Intermediaries

B2B commerce dapat dijalankan langsung antara pelanggan dan pabrik atau dijalankan melalui online intermediary. Intermediary adalah pihak ketiga online yang menengahi transaksi antara pembeli dan penjual, bisa jadi intermediary maya atau intermediary click-and-mortal.

-          Type of Transactions

Ada 2 tipe transaksi B2B yaitu spot buying dan strategic sourcing. Spot buying menunjukkan ke pembelian barang dan jasa, biasanya menyesuaikan harga pasar yang tergantung secara dinamis oleh supply dan demand.

-          Type of Materials Traded

Ada 2 tipe barang dan pasokan yang diperdagangkan pada B2B : langsung / Direct dan tidak langsung / Indirect. Barang Langsung adalah barang yang digunakan dalam produk,  misalnya baja untuk mobil, kertas untuk buku. Karakteristik dari barang ini adalah terjadual dan terencana. Barang ini juga sering dibeli dalam jumalh besar dengan negosiasi dan kontrak. Barang Tidak Langsung adalah barang seperti peralatan kantor, atau lampu yang mendukung produksi.

-          Direction of trade

B2B Marketplaces dapat diklasifikasikan dalam vertical atau horizontal. Vertikal marketplaces adalah yang berhubungan dengan satu industry atau segmen industry. Misalnya pasar special dalam elektronik, mobil, peralatan rumah sakit, baja, atau kimia. Horisontal Marketplaces adalah pasar yang berkonsentrasi pada jasa atau produk yang digunakan pada semua tipe industry. Misalnya : peralatan kantor, personal computer, atau jasa perjalanan.

Business-to-Consumer (B2C) adalah merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu. Contoh perusahaan yang telah menerapkan B2C adalah Amazon.com, dell.com, walmart.com, choicemall.com, shop4.vomshop.com, spree.com.

Karakteristik B2C:

-          Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.

-          Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.

-          Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.

-          Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.

Consumer-to-Consumer (C2C) adalah merupakan sistem komunikasi dan transaksi bisnis antar konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu. Contoh yang telah menerapkan C2C adalah http://www.bidhere.com/, http://www.ebay.com/, http://www.munyie.com/.

Karakteristik C2C:

-          Pada lingkup konsumen ke konsumen bersifat khusus karena transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja, seperti Lelang Barang.

-          Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi tentang produk, harga, kualitas dan pelayanannya.

-          Konsumen juga membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar luas melalui komunitas tersebut.

Keberhasilan organisasi baik private, public, dan militer, tergantung pada kemampuan mereka dalam mengatur arus barang, informasi, dan uang untuk masuk, berputar didalam, dan keluar dari organisasi. E-Supply Chain Management adalah suatu konsep manajemen dimana perusahaan berusaha memanfaatkan teknologi internet untuk mengintegrasikan seluruh mitra kerja perusahaan, terutama yang berhubungan dengan sistem pemasok bahan baku atau sumber daya yang dibutuhkan dalam proses produksi.  Dalam merancang e-Supply Chain Management terdapat beberapa segmen yang harus diperhatikan, segmen tersebut adalah:

  1. Customer and Service Management
  2. Manufacturing and Supply Chain Planning
  3. Supplier Relationship Management
  4. Logistic Resource Management
  5. Architecting the e-SCM Environment

Kesuksesan e-supply chain tergantung pada :

-          Kemampuan partner rantai pemasok untuk melihat kolaborasi partner adalah aset strategis.

-          Strategi supply chain yang terdefinisi dengan baik

-          Informasi yang dapat dilihat antara semua rantai pemasok

-          Kecepatan, biaya, kualitas dan layanan konsumen.

-          Penggabungan rantai pemasok yang lebih kuat.

Pencapaian visi perusahaan terdiri dari 3 poin utama, yaitu : kualitas barang yang bagus, pengiriman barang yang tepat waktu serta fokus pada hubungan dengan pelanggan. E-Business Initiatives berdasarkan kondisi perusahaan dan rencana supply chain yang dikembangkan, akan bergerak kearah evolutionary, dimana perusahaan cenderung menekan ke arah otomatisasi proses yang berfokus pada pertukaran informasi secara otomatis (information automation). Adanya otomatisasi aliran data yang terjadi antara semua pihak terkait dalam supply chain, memungkinkan setiap transaksi diproses oleh sistem dan dapat digunakan oleh divisi yang terkait. Adanya otomatisasi juga memungkinkan konsumen untuk melihat pemesanan yang telah dilakukannya serta konfirmasi pemesanan dapat dilakukan.

Beberapa manfaat dari penerapan E-Supply Chain Management adalah

-          Mengurangi biaya transaksi sebesar 90%.

-          Menurunkan biaya pembelian barang dan pelayanan sebesar 2 sampai 6 persen.

-          Membantu mengurangi biaya dan memperbaiki performance dengan memperkuat kebijakan procurement dalam desain produk dan SCM.

-          Melalui perbaikan kualitas informasi, accessibility dan waktu, e-SCM membantu perusahaan – perusahaan dalam supply chain lebih transparan untuk mencapai tujuan bersama (Long term Partnership)

Ref:

http://journal.uii.ac.id/index.php/Snati/article/download/565/489

http://perkuliahanone.blogspot.com/2010/12/contoh-contoh-link-b2b-b2g-c2c.html

http://ridha.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/13748/pert14.ppt

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-6858-2504202603-Bab1.pdf

Save to PDF

Permalink Leave a Comment

Week 5 – Tugas Individu 5 – 0594M

9 May 2011 at 22:41 (Enterprise System)

Minggu 05 – ERP Project Implementation

Self-Assignment
Pert 5

1.Salah satu metode untuk melakukan implementasi ERP adalah metode ASAP.

Tugas Anda :

Tuliskan serta uraikan apa yang Anda ketahui tentang ASAP berserta literature yang mendukung tulisan Anda.

Catat kesimpulan Anda mengenai metode tersebut.

Jawaban

Implementasi SAP R/3 mengikuti standard implementasi yang ditetapkan oleh SAP, yaitu dengan menggunakan methodology ASAP (Accelerate SAP). Dalam mengimplementasikan ASAP ini dikenal dalam 5 phase yang tergambarkan dalam ASAP Roadmap.


Phase 1 Project Preparation

Tahap ini adalah tahap dimulainya suatu proyek. Pada tahap awal ini akan dipersiapkan  initial scope, rencana/high-level timelines, project charters dan identifikasi anggota proyek. Melakukan Kick-Off meeting untuk membahas proses-proses yang utama dan proses-proses yang lebih kecil. Dalam kick-off meeting ini erlu dibentuk:

  • Steering Commintee
  • Project Manager
  • Integration Manager
  • Business Process Owner (BPO)
  • Team Leader yang mendampingi konsultan fungsional
  • Serta tim IT yang mendampingi konsultan technical atau Basis
  • Serta Abaper untuk customisasi SAP

Phase 2 Business Blueprint

Yang dilakukan pada phase ini adalah membuat dan menyusun blueprint. Phase ini adalah phase yang paling menentukan dan merupakan pondasi dari implementasi SAP.
Pada phase ini konsultan akan melakukan interview kembali pada user yang mungkin diwakili oleh team leade dari masing-masing function. Hasil interview ini akan menghasilkan dokumen As-is atau kondisi sekarang, Selanjutnya konsultan akan membuat flowchart To-be, yang merupakan flow yang akan dilakukan setelah implementasi dinyatakan go-live.

Dari As-is dan To-be akan didapatkan Gap analisys. Ketiga hal ini dituangkan dalam blueprint.
Selain ketiga hal tersebut diatasn dalam blueprint juga dijabarkan formula-formula dari kode-kode master ataupun grouping. Demikian juga setting-setting di SAP dan level-levelnya, antara lain client, company, plant, sales organization, purchasing organization dan sebagainya. Blueprint beserta flowchartnya harus disetujui hingga level direktur. Selain itu juga ditentukan RICEF (Reports, Interfaces, Conversions, Enhancements and Forms) yang akan dikerjakan oleh ABAPER.
Kemudian Blue print yang sudah jadi, akan diveryfikasi oleh konsultan QA dari setiap modul. Konsultan QA ini biasanya dilakukan oleh konsultan senior yang hanya didatangkan untuk melakukan Quality Assurance terhadap Blue Print. Dari hasil QA ini konsultan QA akan memberikan rekomendasi jika perlu dilakukan perubahan pada konsultan fungsional terhadap blueprint.

Phase 3 Realization

Tim Implementasi mengkonfigurasi pengaturan SAP menggunakan dokumen Blueprint secara detail, break-down bisnis proses yang diidentifikasi dalam “Baseline Configuration” yang akan diselesaikan terlebih dahulu. Kemudian, pengujian fungsionalitas akan dilakukan dengan semua perubahan yang diperlukan dibuat untuk konfigurasi awal sebagai hasil dari pengujian. Phase ini akan ditutup dengan “Final Configuration” yang akan menunjukkan bahwa seluruh proses bisnis yang dijelaskan secara rinci dalam dokumentasi Business Blueprint telah dicapture dan dikonfigurasi ke Sistem SAP baru

Phase 4 Final Preparation

Ini adalah bagian akhir dari tahap (penultimate) terjadi hanya sebelum phase 5 (Go Live) dimulai. Semua masalah penting yang outstanding harus diselesaikan sebagai bagian dari fase ini. “Go-Live Check” dilakukan untuk memastikan bahwa sistem baru telah sepenuhnya & berhasil dikonfigurasi. Berikut merupakan kegiatan bagian integral dari fase ini:

-          End-To-Testing, dari system baru yang telah dikonfigurasikan sampai dengan UAT (User Acceptance Tests).

-          Melakukan training untuk staff atau end users sebelum pre-designated oleh client.

-          System Management Activities (membuat user,  profil user, mengalokasi role ke profil)

-          Cut-Over (aktivitas migrasi data, pada titik tertentu dalam waktu didokumentasikan)

-          Help-Desk harus ditetapkan dengan karyawan klien atau kontraktor meliputi panggilan / e-mail yang datang keluar dari end-user baik mengenai berlangsungnya kegiatan atau isu-isu bermasalah. Masalah yang tidak diatasi oleh internal help desk, bantuan-berikutnya dapat diteruskan ke SAP melalui Sistem  SAPNet / OSS.

 

Phase 5 Go-Live and Support

Pada Phase ini implementasi SAP di nyatakan go-live. Dengan dinyatakan go-live maka sistem baru digunakan dan sistem lama di berhentikan. Saat sistem baru digunakan, pasti akan muncul masalah, baik itu masalah cara pengoperasian, masalah data ataupun juga masalah konfigurasi. Untuk itu tim support harus selalu siap dan selalu memonitor issue-issue yang ada dalam issue log. Dan jangan lupa membuat FAQ (Frequently Asked Question(s))

Berikut daftar alat-alat yang digunakan dalam implementasi proyek ASAP:

  1. Alat-alat tahapan Persiapan Proyek:

ASAP Roadmap

Knowledge Corner

ASAP MS-Project Plan

C-Maps (Collaborative Business Maps)

Quicksizer

Pre-Configured Solutions (Connect-and-Go, Smart Implementations, etc.)

SAP Serivce Market Place

  1. Alat-alat Pengembangan Kasus Bisnis:

E-Business Case Builder

C-Maps

  1. Alat-alat proyek Management dan Methodology:

Solution Manager

SAP Service Market Place

ASAP MS-Project Plan

ASAP Roadmap

ASAP Question and Answer Database

ASAP Business Blueprint

ASAP BPP (Business Process and Procedures Document)

ASAP BPML (Business Process Master List)

ASAP Issue Database

ASAP Implementation Assistant/Knowledge Corner.

Kesimpulan:

Dalam implementasi menggunakan ASAP, beberapa factor yang mempengaruhi kesuksesannya adalah mendefinisikan secara jelas ruang lingkup dan kesetabilitasnya, hanya referensi berbasis rekayasa ulang, implementasi menggunakan standar fungsi R/3, beradaptasi dengan organisasi, mendefinisikan arah bisnis, orang yang terbaik sama dengan hasil yang terbaik, perusahaan berkomitmen untuk menggunakan metodologi ASAP dan bisnis proses dari R/3.
Ref:

http://wirosastro.com/implementasi-sap.html

Save to PDF

Permalink Leave a Comment

Week 4 – Tugas Individu 4 – 0594M

9 May 2011 at 22:37 (Enterprise System)

Minggu 04 – ERP Solution, Supply Chain and Web-Based Enterprise Management

Tugas Week 4

ERP Solution, Supply Chain and Web-Based Enterprise Management

  1. Gambar di atas adalah mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan di dalam perkembangan sebuah aplikasi / system. Jelaskan maksud dari gambar tersebut  ?
  2. Jelaskan apa yang dimaksud Web based Enterprise Management , hubungannya dengan ERP dan keuntungannya ? Berikan contoh  !
  3. Jelasakan Basic assumptions hubungan antara e-business dan ERP  !

Jawaban

  1. Increasing ease of use to boast the user population

Dalam merancang suatu aplikasi, agar diperhatikan untuk dapat semudah mungkin dalam penggunaannya. Sehingga tingkat kemudahan penggunaan aplikasi akan dapat mengurangi upaya (tenaga dan waktu) individu dalam melakukan pekerjaannya. Kemudahan penggunaan aplikasi akan menimbulkan perasaan dalam diri seseorang bahwa aplikasi itu mempunyai kegunaan dan karenanya menimbulkan rasa yang nyaman bila bekerja dengan menggunakannya.

Providing enhancement to current applications

Menyiapkan aplikasi yang lebih baik dari aplikasi yang sudah ada dengan melakukan perubahan-perubahan pada prosedur yang dianggap terlalu kompleks agar dalam penggunaannya akan membantu dalam meningkatkan kinerja.

Adding more personalized products and services

Dengan menambahkan produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan user sehingga dalam penggunaannya akan meningkatkan kinerja individu atau perusahaan, produktivitas, efektivitas, pentingnya suatu tugas dan overall usefulness.

  1. Web based Enterprise Management adalah desain fasilitas pengumpulan dan manajemen data yang mempunyai fleksibilitas dan eksentibilitas yang diperlukan untuk mengelola sistem lokal dan remote. Bagian inti dari WBEM adalah Distrinuted Management Task Force (DMTF)-Designed CIM. CIM menunjukan bagaimana sistem manajemen, yang jika dilihat dari perspektif manajemen adalah semua dari komputer sampai aplikasi atau perangkat pada komputer. WBEM merupakan usaha bersama yang didukung oleh Microsoft, Intel, BMC Software, Compaq, dan Cisco Systems.

Hubungan dengan ERP adalah WBEM merupakan pengembangan konsep ERP sehingga dapat diakses berbasis web dengan berbagai platform

Keuntungan WBEM:

Dengan arsitektur WBEM maka terdapat kemampuan untuk mempergunakan agent yang paling sesuai untuk supervisi managed object apapun protocol yang didukung oleh agent/driver tersebut yang kemudian akan berperan sebagai Provider. Dengan demikian berbagai aplikasi manajemen dapat menggunakan existing providers (agent/drivers) yang ada untuk mendapatkan dan modifikasi data manajemen dan event yang paling akurat. Hal ini memungkinkan adaptasi aplikasi manajemen menjadi lebih cepat untuk menangani device atau komponen baru. Dari sudut pandang pelanggan, kemampuan ini juga memberikan opsi yang lebih luas untuk memilih aplikasi manajemen yang paling sesuai. Dan untuk merepresentasikan aplikasi manajemen, yang berbagi penggunaan (sharing) data manajemen dengan aplikasi manajemen yang comply dengan CIM/WBEM untuk pemanfaatan fungsi advanced seperti diagnosis, proactive management, correlation dll

Contoh WBEM: SAP Web Based Application,

  1. Basic assumptions hubungan antara e-business dan ERP

Dapat meningkatkan service kepada pelanggan,dan dapat mempermudah dalam pencarian informasi serta mengurangi tenaga kerja. Dengan teknologi web base menjadi bagian elektonik perusahaan dan ERP menjadi bagian internal perusahaan. Dengan didukung oleh ERP yang berjalan dengan baik maka e-business akan berjalan dengan baik pula sehingga keduanya saling keterkaitan,.Strategi kombinasi e-bisniss dan ERP sangat membantu  mitra bisnis suatu perusahaan.

Save to PDF

Permalink Leave a Comment

Week 3 – Tugas Individu 3 – 0594M

9 May 2011 at 22:34 (Enterprise System)

Minggu 03 – ERP Solution, Supply Chain and Web-Based Enterprise Management

Tugas Week 3

Supply Chain

Berdasarkan gambar di atas, uraikan dengan kalimat Anda masing-masing maksud dari setiap cycle dari gambar tersebut ! (gambar merupakan cycle di dalam supply chain terkait dengan kegiatan procurement)

Jawaban

Dalam suatu proses procurement, tahap pertama adalah Demand determination yaitu menentukan kondisi/permintaan barang yang akan datang dan melakukan perencanaan pembelian yang sesuai kebutuhan dalam arti tidak berlebihan maupun kekurangan. Dengan metode peramalan dalam menentukan permintaan barang yang akan datang memerlukan suatu penerapan metode peramalan dalam menganalisis data penjualan dan meramalkan permintaan barang yang akan datang, dimana hal ini dapat dilakukan dengan menerapkan metode peramalan single moving averages dan double moving averages. Metode peramalan single moving averages dapat digunakan untuk meramal permintaan barang yang stabil (tidak melonjak) dalam menentukan jumlah permintaan barang yang akan datang.  Metode peramalan double moving averages lebih cocok digunakan untuk menganalisis volume penjualan yang akan dating yang berfluktuasi secara acak untuk menentukan jumlah permintaan barang yang akan datang.

Tahap kedua adalah source determination, pemilihan sumber pembelian dapat berupa sumber dalam negeri/luar negeri, membeli atau menyewa, dengan cara tender atau tidak dan sebagainya. Pemilihan sumber juga menyangkut pemilihan antara membeli langsung ke pabrik, atau melalui wholesaler, agent atau supplier biasa. Pemilihan sumber mencakup dislokasi barang dari satu gudang ke gudang lain, dan tidak selalu harus membeli. Pemilihan sumber sangat penting, karena dapat menentukan apakah harganya cukup wajar, waktu penyerahan dapat dipercaya dan mutunya terjamin. Dalam proses ini juga perlu dipertimbangkan apakah tugas pembelian dilaksanakan dalam organisasi sendiri atau diserahkan pada organisasi luar (outsourcing) atau purchasing agent.

Tahap ketiga adalah supplier selection, dalam pemilihan supplier beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu kualitas dari bahan yang dipesan, hal ini dapat diketahui dari Certificate of Analysis (CoA). Kontinuitas atau kesanggupan supplier dalam menyuplai barang yang berkualitas secara terus-menerus. Delivery time atau ketepatan waktu pengiriman sesuai dengan waktu pengiriman yang telah ditentukan. Serta layanan purna jual dan kemudahan dalam pembayaran.

Tahap keempat adalah Purchase Order Processing, biasanya dilakukan dalam bentuk mengeluarkan Purchase Order atau pembuatan kontrak pembelian. Dalam PO atau Kontrak semua persyaratan dan ketentuan yang dianggap perlu harus dicantumkan secara lengkap dan jelas untuk menghindari timbulnya perselisihan di kemudian hari. Dalam proses ini, perlu dikembangkan strategi pembelian yang paling menguntungkan perusahaan misalnya dalam bentuk pembelian secara khusus, yang berbeda dengan bentuk pembelian secara biasa, seperti: Blanket Orders, Stockless Purchasing, Contract Purchasing, Staggered Delivery Purchasing, Just In Time Purchasing, Strategic Partnering.

Tahap kelima adalah Order Monitoring, Purchase Order yang sudah dikeluarkan perlu ditindak lanjuti dengan cermat, agar rekanan penjual betul-betul memenuhi kewajibannya, khususnya dalam ketepatan waktu pengiriman barang. Yang bertanggung jawab melaksanakan proses atau tugas ini adalah yang mengeluarkan Purchase Order ataupun dapat juga seksi lain yang ditunjuk. Rekanan yang mengetahui bahwa selalu ada tindak lajut mengenai Purchase Order, biasanya akan lebih berhati-hati dan serius dalam melaksanakan kewajiban dan janjinya. Dalam proses tindak lanjut ini, termasuk proses pengapalan dan penerimaan barang di tempat yang sudah ditentukan.

Tahap keenam adalah Good Receipt, bila barang yang dipesan datang, bagian penerimaan barang akan menerima barang, mengecek kuantitas dan kualitas barang, kemudian menerbitkan laporan penerimaan barang.

Tahap ketujuh adalah Invoice Verification, verifikasi faktur dilakukan oleh bagian pembelian dan bagian gudang, dimana dokumen penerimaan barang akan dicocokkan dengan pesanan pembelian. Apabila ada barang yang tidak sesuai dengan pesanan atau rusak, maka maka bagian pembelian akan melaporkan hasil pengecekannya kepada manajer dan manajer akan segera mengembalikan barang dagangan tersebut kepada supllier.

Tahap kedelapan adalah Payment Processing, setelah pencatatan penerimaan barang dan verifikasi invoice sudah selesai dilakukan oleh bagian pembelian dan gudang, hasil dari pencatatan ini akan diserahkan ke bagian keuangan dan kemudian dilakukan pembayaran sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya.


Save to PDF

Permalink Leave a Comment

Week 2 – Tugas Individu 2 – 0594M

9 May 2011 at 22:26 (Enterprise System)

Minggu 02 – Applications Can be Assisted by ERP and CRM

Self-Assignment
Week 2

  1. Susunlah sebuah essay (paper) dengan topic “Killer application”.
  2. Sumber tulisan/literature : min 3 sumber (dapat dari buku maupun web, jika sumber dari web tulisan alamat secara lengkap)
  3. Kerangka tulisan :
  • Pengantar/Latar Belakang
  • Lingkup bahasan
  • Isi/uraian bahasan
  • Simpulan
  • Daftar pustaka
  1. Format tulisan :
  • Times new romans, 12
  • Spasi 1,5
  • Margin normal
  • Sertakan gambar/grafik/ilustrasi jika ada

 Jawaban

Potensi Koprol sebagai Killer Application


 1.     Latar Belakang

Sering mendengar sebuah perusahaan TI yang tiba-tiba mendadak menjadi perusahaan super kaya. Seperti youtube, yang di akuisis oleh google dengan harga USD1,65 miliar, harga yang sangat menakjubkan. Selain itu ada facebook, dengan kekayaan perusahaan hingga 17,4 trilliun rupian. Ada juga imageshack.us yang pendirinya saja memiliki kekayaan sebesar Rp 560 Milyar, bayangkan berapa kekayaan perusahaanya.

Killer application adalah program (software) yang demikian populernya sehingga digemari banyak orang. Efek sampingannya adalah penjualan hal-hal yang terkait dengannya menjadi melonjak. Sebagai contoh, visicalc dulunya merupakan killer application yang membuat penjualan personal computer (Apple pada masa itu) meningkat dengan tajam.

Meskipun pada awalnya killer application dikaitkan dengan software yang berjalan di atas komputer, killer application bisa juga digunakan secara umum untuk layanan lain seperti layanan di handphone.

Produk seperti youtube, facebook, imageshack dan lain-lain di sebut dengan killer applications. Menurut wikipedia, killer application adalah sebuah softeware atau aplikasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Begitu dibutuhkannnya aplikasi tersebut membuat konsumennya meledak tak terbendung. Hal ini yang membuat aplikasi-aplikasi tersebut melejit dalam popularitas dan berbanding lurus dengan meningkatnya pendapatan.

2.     Lingkup Bahasan

Ruang lingkup pembahasan yang akan dibahas adalah koprol, suatu jejaring social sebagai karya anak bangsa yang telah diakuisisi oleh yahoo yang dibuat oleh PT. SkyEight Indonesia.

3.     Isi

Dengan terus meningkatnya persaingan di layanan broadband, maka killer app sangat dinantikan untuk menjadi sumber pertumbuhan. Persaingan selalu merupakan kondisi yang menarik untuk belajar marketing dan sharing marketing ideas. Akses broadband memungkinkan berkembangnya berbagai jenis aplikasi baru yang akan lebih sulit dinikmati oleh pengguna tanpa menggunakan akses broadband tersebut. Salah satu aplikasi yang kini diharapkan menjadi salah satu killer app untuk layanan broadband, khususnya mobile broadband adalah Location Based Services.

Location Based Services (LBS) menurut SearchNetworking.com adalah aplikasi software yang memanfaatkan informasi mengenai lokasi dari piranti bergerak (mobile-devices). Salah satu contoh sederhana adalah informasi lokasi ATM terdekat yang dikirimkan ke salah satu piranti bergerak sesuai dengan lokasi piranti tersebut berada. Contoh lain adalah mobile advertising, yaitu informasi komersial yang dikirimkan ke piranti bergerak yang relevan dengan posisi piranti tersebut. Misalnya informasi komersial mengenai program diskon menu tertentu di salah satu café yang berlokasi dekat dengan posisi piranti bergerak.

Aplikasi LBS ini memerlukan lima komponen utama, yaitu (1) aplikasi software dari service provider, (2) jaringan bergerak (mobile network) untuk mengirimkan data dan permintaan layanan, (3) content provider yang menyediakan informasi geo-specific yang relevan bagi end-user, (4) komponen positioning (Global Positioning System / GPS) dan (5) piranti bergerak dari end user.

Koprol adalah layanan serupa mikrobloging asli Indonesia yang memungkinkan penggunanya berbagi informasi, review, foto, dan informasi tambahan lainnya tentang lokasi tempat pengguna melaporkan saat itu. Dengan demikian, secara sendirinya terbentuk komunitas-komunitas pengguna koprol di daerah-daerah seperti komunitas Koprol Depok bernama Sikodok.

“Awalnya proyek iseng-iseng. Perusahaan kita software development, tahunya orang suka. Dapet perhatian dari media, komunitas teknologi. Awal tahun ini dapat perhatian dari bisnis, brand,” ujar Satya Witoelar salah satu pendiri SkyEight. “Koprol didesain secara unik untuk ponsel dan dalam setahun telah membangun basis pengguna yang besar,” kata Rose Tsou, Senior Vice President Asia Region di Yahoo, seperti dilansir Yahoo Finance, Selasa (25/5/2010), menjelaskan salah satu alasan akuisisi tersebut.

Pada 8 Desember 2009 jumlah penggunanya sudah mencapai 16.800 pengguna dalam waktu 10 bulan sejak diperkenalkan. Namun, dalam tiga bulan terakhir 2010, Koprol mengklaim penggunanya tumbuh lebih dari tiga kali lipat, tepatnya 354 persen. Koprol menargetkan anggota tahun ini bisa mencapai lebih dari 500.000 orang.

Demi meraih target ini, Koprol akan menambah jaringan ponsel yang bisa mengakses Koprol. Koprol kini baru bisa menyediakan layanan akses via BlackBerry. Ke depannya, Koprol juga akan menyediakan aplikasi untuk sistem operasi ponsel Java dan dan Symbian. Koprol juga membuka peluang bagi penyedia software lain untuk berinteraksi dengan layanan Koprol melalui application programming interface (API).

Keunikan Koprol dibanding layanan lainnya karena memungkinkan penggunanya memberikan review, berbagi foto, dan informasi tambahan lainnya terhadap suatu tempat yang tengah dikunjunginya. Informasi tersebut dapat dilihat pengguna lain yang tengah berkunjung ke lokasi yang sama dan saling berkomunikasi. Uniknya lagi, untuk melakukan check in atau memilih lokasi yang sedang dikunjungi tidak perlu menggunakan GPS.

4.     Simpulan

Apa yang bisa dimanfaatkan dari layanan ini memang akan sangat luar biasa. Lingkup pemanfaatan dan jenis layanan yang bisa dikembangkan bisa sangat luas dan beragam. Strategi bisnis yang menekankan pada karakter lokal dalam lingkungan global akan sangat terbantu . Pengenalan profil dan karakter pelanggan bisa sangat detail. Bayangkan kegiatan kita sehari-hari bisa dikenali oleh provider layanan ini. Kebiasaan belanja, kebiasaan makan, preferensi hotel untuk menginap dan sebagainya akan bisa dikenali dan direkam. Kemudian bayangkan data dari sekian banyak individu dapat dikumpulkan dan bisa menjadi senjata dalam marketing yang sangat ampuh dalam mengenali market dan customer.

5.     Daftar Pustaka

http://rahard.wordpress.com/2010/05/09/killer-application-berikutnya/

http://followupidea.com/internet-a-web-tech/54-mencari-peluang-killer-application

http://tekno.kompas.com/read/2010/05/25/18051048/Koprol.Awalnya.Hanya.Proyek.Iseng

http://tekno.kompas.com/read/2010/05/25/15501381/Koprol.Berpotensi.Jadi.Killer.Application.di.Ponsel

http://tekno.kompas.com/read/2010/05/31/15551927/Tahun.Ini..Koprol.Targetkan.500.000.Pengguna

http://kopicoklat.com/tag/killer-application/

Save to PDF

Permalink Leave a Comment

Next page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.